by

SMP 2 Akan Gunakan Aplikasi Daring Terbaru

Ambon BKA- SMP Negeri 2 Ambon akan menggunakan aplikasi pembelajaran Daring terbaru, yakni, aplikasi viper dalam penerapan pola Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) tahun ajaran 2020/2021.

Kepala SMP Negeri 2 Ambon, Gani Suat, mengungkapkan, penggunaan apllikasi viper dalam proses PJJ secara Daring itu dapat dilakukan berkat kerja sama yang dibangun pihaknya dengan pihak lain.

“Jadi saya bangun kerja sama dengan Makassar, untuk nantinya kita gunakan aplikasi baru, yaitu, viper. Aplikasi ini khusus untuk guru dan siswa saja untuk proses belajar Daring. Ini kita upayakan, supaya anak-anak tidak tertinggal dengan materi-meteri pelajaran yang diberikan oleh para guru,” kata Suat, Minggu (26/7).

Hal itu dilakukannya karena hingga saat ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon belum mengijinkan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dilakukan secara tatap muka. Itu artinya, proses belajar Daring masih akan tetap dilakukan.

Karena itu, dia terus berupaya agar proses belajar mengajar dapat terus dilakukan secara efektif, walau dilakukan secara Daring.

“Maka itu, saya upayakan ada aplikasi baru yang bisa bembantu agar PJJ bisa berjalan baik. Nanti kita lihat, PSBB transisi ini sampai kapan, sambil menanti petunjuk pak Walikota, baru kita sesuaikan lagi. Tapi selama masih ada Covid-19, maka sekolah harus mengambil kebijakan,” ulasnya.

Berbagai upaya yang dilakukan itu, kata Suat, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Karena dimasa Covid-19 ini, sekolah diberikan kewenangan untuk mengambil kebijakan sendiri mengatur teknis PJJ. Baik secara Daring maupun secara Luring.

“Karena itu, ini bukan persoalan kurikulum, tapi bagaimana situasi ini dimanfaatkan, dengan membuat kebijakan untuk proses Daring. Agar kita bisa melakukan proses belajar mangajar langsung dengan anak-anak di rumah secara online. Jadi kita sekarang ini, hanya mengkondisikan dengan kondisi sekarang ini. ini kan Covid-19, jadi tidak ada orang yang berkumpul di suatu tempat, apalagi bagi anak-anak. Maka itu, guru dan siswa masih tetap belajar secara Daring. Ini yang menjadi alasan, kenapa kita harus upayakan untuk pakai aplikasi baru,” tandas Suat.
(LAM)

Comment