by

Sosialisasi Corona Harus Berbasis Kearifan Lokal

Ambon, BKA-Kepala Badan Penanggulangan Nasional Bencana Daerah (BNPB) Letjen TNI, Doni Monardo menegaskan, untuk mensosialisasikan virus corona kepada masyarakat, maka harus dilakukan berbasis kearifan lokal.

Hal ini ditegaskan, di kantor Gubernur Maluku, saat konferensi pers usai melakukan Rakor Percepatan Penanganan Dampak Pandemi Covid-19, bersama Bupati/Walikota se-Maluku dan Malut, Senin (6/7).

“Kaitannya dengan sosialisai, jadi dari awal kami selalu mengeepankan tentang pentingnya sosialisasi dan cara memberikan sosialisasi kepada masyarakat harus berbasis kearifan lokal,” paparnya.

Ketua Harian Gugus Nasional ini menilai, semua masyarakat pada dasarnya belum tentu mengerti tentang dampak Covid-19 ataupun social distancing maupun physical distancing. Untuk itu, dalam upaya memberikan sosialisasi kepada masyarakat, harus memanfaatkan orang yang ahli dalam bidang antropolog dan sosiolog.

Sehingga masyarakat tidak mendapatkan informasi keliru seputar Covid-19. Karena berdasarkan arahan Menko PMK, telah disampaikan bahwa Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) ibarat malaikat pencabut nyawa bagi masyarakat yang lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan.
Dimana ketika masyarakat sehat dan imunitasnya tinggi,, ketika terpapar Corona mungkin tidak terinfeksi. Karena jika terinfeksi maka belum tentu menunjukkan gejala.

‚ÄúTetapi sudah positif covid dan kelompok ini adalah orang tanpa gejala, yang sempat beberapa waktu lalu dianggap berbahaya. Tetapi kemudian ada penjelasan dari WHO, resiko menularannya kecil tetapi akhirnya diralat kembali. Dan ini harus menjadi pedoman kita semua, bahwa covid bisa ditulari oleh orang-orang yang tidak ada gejala,” beber dia.

Ia juga membantah, jika ada elemen masyarakat yang menilai Covid-19 sebagian dari permainan Pemerintah Pusat ataupun Pemerintah Daerah.
“Jadi isu covid adalah rekayasa, tolong sama-sama dibantah. Bukan hanya Pemerintah Pusat, bukan hanya Mentri Kesehatan tetapi kita semua komponen bangsa ini. Harus menjelaskan kepada rakyat, kita korban jiwa diseluruh dunia sudah mencapai lebih dari setengah juta orang,” sebutnya.

Ia mengingatkan, masyarakat jangan menganggap enteng dengan pandemi Covid-19. Karena di negara Indonesia, korban jiwa telah mencapai lebih dari setengah juta orang. Bahkan lebih dari itu dan telah meninggal dunia.

“Di negara kita sendiri terakhir jumlahnya telah mencapai lebih dari tiga ribu orang. Jadi sekali lagi jangan anggap enteng covid. Mari kita ingatkan seluruh rakyat kita semua untuk bersatu padu melakukan pencegahan dengan segala keterbatasan yang kita miliki, ” ajaknya.

Menurutnya, Provinsi Maluku dan Maluku Utara sangat strategis untuk bisa terhindar dari Covid-19. Karena komponen untuk meningkatkan imunitas ada dari sejumlah makanan, diantaranya yakni ikan Tuna, lobster, kepiting laut, dan udang. Ini tentunya memiliki protein yang amat tinggi.

Adapun juga, sambung Monardo, budaya nyanyian yang ada di Maluku bisa mengalahkan Covid-19. Karena dengan irama nyanyian merdu bisa membuat kesenangan dalam jiwa. Bahkan Maluku juga bisa menjadi contoh untuk daerah lain.

“Saya rasa banyak hal kita belajar dari Maluku untuk bisa meningkatkan, termaksud kearifan lokal. Potong Dikuku Rasa di Daging, Ale Rasa Beta Rasa, Sagu Salempeng Patah Dua. Ini adalah kearifan lokal yang harus kita jaga, saling membantu semuanya. Dan Pela gandong. Kami yakin Maluku bisa memberikan banyak ide dan gagasan untuk daerah lain. Maluku dan Malut termaksud daerah yang masih bertahan yang warna hijaunya pastinya belum terpapar covid masih cukup banyak,” tutupnya.
(BKA-1)

Comment