by

Stok Sembako Masih Aman

Ambon, BKA- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ambon memastikan, ketersediaan sembilan bahan pokok (sembako) untuk Kota Ambon hingga beberapa bulan kedepan masih tergolong aman.

Sekertaris Disperindag Kota Ambon, Janes Aponno mengatakan, saat ini stok sembako aman dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga 3 bulan kedepan.

Pasalnya, untuk ketersediaan beras berada diatas 4.000 ton. Dan saat ini juga masih ada stok yang akan masuk ke Kota Ambon.

Sementara ketersediaan gula pasir sendiri, lanjutnya, masih tersedia 100 ton. Begitupun dengan Perum Divre Bulog Maluku yang juga sedang menunggu pasokan gula pasir sebanyak 2.000 ton.

“Gula, kita ada 100 ton dan cukup. Karena kebutuhan masyarakat itukan 7 ton per hari. Dan ada juga di jalan dan di Bulog juga ada 2.000 ton yang akan masuk. Untuk gula kristal putih di supermarket masih tetap ada stok dengan harga per kilo 12.500,” ujar Aponno, kepada wartawan di Balai Kota, Selasa (5/5).

Untuk minyak kelapa, sebutnya, telur dan beberapa komoditi juga masih berada pada posisi aman saat ini. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir dalam memperoleh stok sembako di pasaran.

Menurutnya, selain stok yang aman, ada beberapa komoditi yang memang mengalami kenaikan yakni ikan maupun cabe rawit di pasaran. “Kalau untuk ikan juga naik dan cabe rawit juga masih pada standar 70 ribu per kilo,” tambahnya.

Begitupun harga bawang juga mengalami kenaikan, yang dikarenakan bawang yang ada di Ambon lebih banyak didatangkan dari luar. Sehingga dengan kondisi saat ini stok mulai berkurang di distributor.

“Bawang naik karena memang untuk bawang putih sendiri produknya di luar negeri. Jadi memang mesti impor. Kalau sekarang inikan ada larangan impor, jadi otomatis itukan stok akan berkurang tapi kebutuhan bawang memang masih ada sekarang itu 40-50 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Sementara untuk wortel dan kentang, sambungnya, juga mengalami kelonjakan namun tidak signifikan. Dimana mengalami kenaikan hingga Rp 30 ribu per kilogram, yang naik dari sebelumnya Rp 20 ribu per kilo.

“Stoknya memang ada, tapi ada juga yang masih di jalan. Karena untuk kapal kebutuhan masyarakat tetap jalan, jadi masyarakat tidak perlu khawatir karena keadaan pasar juga biasa seperti itu,” tutup dia. (DHT)

Comment