by

Surati Kapolri, Jeny Minta Suaminya Dipecat

Ambon, BKA- Jeny Margareth Johannis akhirnya menyurati Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Jenderal Idham Azis, dan Ketua Komisi Kepolisian Nasional, Machfud MD, di Jakarta, meminta agar suaminya, Bripka Hendrik Japy Lanith, dipecat.

Surat pengaduan Jeny ke Kapolri bernomor: 230/LO.RZS/L.PKEP/VIII/2020. Sementara surat ke Ketua Kompolnas RI Nomor:231/LO.RZS/L.PKEP/VIII/2020. Masing-masing tertanggal 18 Agustus 2020.

Bripka Hendrik Japy Lanith merupakan perosnil Polri yang bertugas di Kepolisian Sektor Nusaniwe, Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease, Polda Maluku, diduga melakukan pelanggaran kode etik profesi Polri.

“Saya sudah surati bapak Kapolri dan Bapak Ketua Kompolnas RI, agar proses penanganan pelanggaran kode etik profesi Polri atas nama Bripka Hendrik Japy Lanith, secepatnya ditangani dan berlangsung professional, tanpa intervensi pihak manapun untuk meloloskan suami saya atas pelanggaran kode etik yang dia lakukan selama ini,” ungkap Jeny Margareth Johannis, yang didampingi kuasa hukumnya, Rony Samloy, kepada awak media, Senin (7/9).

Menurut Jeny, kabar yang dia peroleh dari pemeriksa Seksi Provost dan Pengamanan Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-pulau Lease, Bripka Morich Thenu, pada akhir pekan lalu, berkas pemeriksaan HJL telah diserahkan kepada Bidang Propam Kepolisian Daerah Maluku.

’’Jadi isi WA pemeriksa Propam Polres Ambon ke saya, bahwa berkasnya sudah dikirim ke Propam Polda Maluku untuk meminta pendapat dan saran hukum. Setelah surat balasan dari Polda Maluku, baru perkaranya dapat disidangkan,’’ urai Jeny.

Dia berharap, Kapolda Maluku dan pejabat Bidang Propam Polda Maluku dapat mempercepat proses penanganan perkara HJL, sehingga tidak terus membawa kekhawatiran dan tanda tanya bagi dirinya.

’’Selama ini, saya hanya berharap cemas, semoga perkara ini cepat tuntas dan saya dapat melaksanakan tugas dengan baik,’’ harapnya.

Sebagaimana diberitakan, Jeny melaporkan suaminya, HJL, atas dugaan perzinahan dan penelantaran. HJL diketahui telah tinggal seatap selama lebih kurang 7 tahun dengan seorang wanita bernama YL, yang telah memberikanya seorang putra berusia 4 tahun.

Kasus ini terungkap setelah saudara YL yang berprofesi pemuka agama, mengadukan HJL ke Kapolda Maluku, Irjen Polisi Baharuddin Djafar, karena telah tinggal serumah dengan adiknya, YL, tanpa pernikahan resmi.

Surat Polda Maluku diteruskan ke Polres Ambon. Namun mediasi yang mempertemukan Jeny, HJL dan YL, gagal dilakukan.

HJL sebagaimana keterangan Jeny di depan pemeriksa Propam Polres Ambon sejak 2008 silam, tidak pernah menafkahi dirinya. HJL hanya pernah mengirimkan Rp 5 juta kepada dirinya, setelah permohonan kredit yang dilakukan HJL atas izin Jeny direstui pihak bank.

Selain dengan YL, sebelumnya HJL juga dikabarkan kumpul kebo dengan wanita idaman lain inisial FF dan seorang pramuria asal Bandung bernama Neng. (SAD).

Comment