by

Syarat Pengajuan Keringanan UKT Unpatti Dinilai Rumit

Ambon, BKA- Syarat pengajuan keringanan Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang ditetapkan pihak rektorat Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, dinilai mahasiswa cukup rumit.

Berdasarkan keputusan Rektor Unpatti Ambon Nomor 1428 /UN13/SK/2020, hanya ada beberapa persyaratan saja. Namun kenyataan dilapangan, persyaratan sangat banyak dan berbelit-belit

Menurut salah satu sumber mahasiswa yang ditemui BeritaKota Ambon, mengatakan, dalam pengajuan keringanan UKT, mahasiswa justru diminta untuk memasukan identitas secara lengkap, yang sulit dipenuhi dalam waktu dekat.

Padahal dalam SK rektor, jelas hanya memuat persyaratan wajib dan persyaratan alternatif. “Kalau berkas wajib itu, masukan fotocopi kartu mahasiswa atau identitas pendukung lain dan fotocopi Kartu keluarga (KK) yang sudah disahklan. Kalau berkas alternatif itu, nanti kita pilih, mana yang sesuai dengan situasi dan kondisi kita masing-masing. Jadi hanya pilih satu dari persyaratan alternatif yang ada. Kalau sampai ke tingkat fakultas hingga prodi, semua pakai aturan yang ada, maka tidak rumit. Tapi mungkin ditingkat bawah ini ada penambahan persyaratan, maka jadinya rumit. Saking rumitnya, ada teman-teman mahasiswa lain yang justru memilih untuk bayar UKT seperti biasa. Dari pada kerepotan mengurus berkas yang bikin pusing ini,” ungkap sumber yang tidak mau namanya dikorankan, Rabu (29/7).

Untuk itu, dia meminta para pimpinan kampus itu dapat memperhatikan persoalan tersebut, agar kebijakan yang dibuat untuk membantu mahasiswa ditengah pandemi Covid-19 dapat terealisasi dengan baik.

“Sebagai mahasiswa, kami sangat berharap ada perhatian soal ini. Karena kalau tidak, maka sampai penutupuan pembayaran UKT tanggal 9 Agustus pun, proses pemberkasan mungkin belum selesai. Kalau sudah seperti itu, maka percuma saja. Memang benar harus ada persyaratan, tapi jangan sampai rumit begini. Kita tidak tahu mau ikut yang keputusan rektor atau keputusan di bawah. Semoga ini secepatnya diselesaikan, supaya ada kejelasan yang pasti terkait syarat tersebut,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Unpatti, Dr. Jantje Tjiptabudi, mengatakan, persyaratan dalam pengajuan keringanan UKT, sama sekali tidak menyulitkan mahasiswa.

Menurutnya, persyaratan yang ditetapkan oleh pimpinan kampus bertajuk hotumese tersebut, sesuai dengan Permendikti Nomor 25 tahun 2020.

Dalam persyaratan itu, jelasnya, mahasiswa hanya diminta memasukan identitas berupa Kartu Mahasiswa, KK, serta keterangan dari Desa/Kelurahan atau dari perusaahaan atau dari instansi lain, berdasarkan lampiran berkas alternatif.

“Jadi tidak ada yang sulit. Kan cuman masukan Kartu Mahasiswa, KTP, KK, dengan 1 surat keterangan dari persyaratan alternatif itu. Misalnya, kalau orangtua terdampak Covid-19, maka datangi Kepala Desa atau Lurah untuk minta buat surat keterangan yang menyatakan, benar, keluarga bersangkutan menerima Bantuan Sosial Tunai (BST) atau bantuan lainnya. Itu saja. Mungkin mahasiswa merasa sulit, karena tidak berkoodinasi dengan kaprodi. Sebab jangan terpengaruh dengan mahasiswa lainnya, karena bisa saja pada syarat alternatif itu berbeda. Kan tidak semua mahasiswa punya persoalan yang sama. Persyaratan sudah dikirim ke semua fakultas. Karena itu, dimintakan mahasiswa juga bangun koordinasi dengan pimpinan prodi dan fakultas,” pungkas Tjiptabudi. (LAM)

Comment