by

Tak Jujur, Pasien Tulari Tiga Perawat

Ambon, BKA- Tak jujur saat menjalani perawatan, salah satu pasien menulari sejumlah perawat di RSUD dr. Haulussy.

Bahkan karena riwayat kontak dengan pasien yang telah meninggal itu saat proses perawatan, tiga perawat sudah dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil swab, yang saat ini tengah dikarantina.

Bukan hanya tiga perawat, seluruhnya ada 22 perawat yang dikarantina. Sedangkan 19 perawat sisanya, dinyatakan reaktif saat secara rapid test. Sehingga sementara menunggu hasil swab.

Kepala Dinas Kesehatan Maluku, Meyke Pontoh, mengungkapkan, sebenarnya, saat menjalani perawatan di RSUD dr. Haulussy, pasien itu masih berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP).

Namun dia tidak pernah mengungkapkan, kalau yang mebuatnya masuk rumah sakit akibat tertular Covid-19 dari suaminya, yang merupakan Pelaku Perjalanan (PP) dari Jakarta dan telah terinfeksi virus tersebut.

Karena ketidak jujuran itu, pihak perawat rumah sakit pun tidak menggunakan prosedur pencegahan Covid-19, dalam melakukan pelayanan terhadap si pasien itu.

Mirisnya lagi, saat pasien itu meninggal dunia, saat dipulangkan ke kampung halamannya, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), untuk dilakukan pemakaman, tidak melakukan protap Civid-19. Seperti menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang lengkap, dari atas kepala sampai kebawah kaki.

Bukan itu saja, prosesi pemakaman juga tidak menggunakan protap Covid-19, seperti, yang dilakukan pada jenazah Covid-19 lainnya.

“Mau bilang kecolongan, tapi pihak medis disana sudah menayangkan kepada yang bersangkutan saat masih menjalani perawatan. Namun almarhumah tak mau jujur, kalau suaminya Pelaku Perjalanan dari zona terpapar Covid-19 di jakarta,” ungkap Pontoh, saat melakukan konfrensi pers di Kantor Gubernur Maluku, Senin (11/5).

Akibatnya, ada 22 perawat yang pernah menanganinya yang sedang dirawat dan diisolasi di salah satu hotel di Kota Ambon. Sampai saat ini, mereka masih dalam perawatan dan menunggu hasil swab dari Jakarta.

Tapi saat ini sudah ada tiga perawat yang hasil swab-nya sudah keluar dan diketahui. Hasilnya reaktif Covid-19 atau positif.

Untuk itu, RSUD dr. Haullussy akan disterilkan dengan penyemprotan disinfektan diseluruh sudut ruangan. Sehingga saat ini, untuk sementara dilakukan penutupan pelayanan IGD selama 14 hari, terhitung mulai 11 Mei.

Selain itu, tim medis Covid-19 Maluku telah melakukan tracking terhadap almarhum. Kami sudah lakukan tracking, mulai dari hari ini,” pungkasnya.(BKA-1)

Comment