by

Tak Puas, Jaksa Banding Putusan Pascalino

Ambon, BKA- Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, Nia Pentury, menempuh upaya banding terhadap putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon, yang memvonis terdakwa
Pascalino Denilson Clifor (19) dengan hukuman satu tahun penjara.

Pascalino Denilson Clifor merupakan terdakwa kasus narkotika, yang sebelumnya dituntut JPU dengan tujuh tahun penjara.

“Kita ajukan banding, karena putusan majelis hakim dinilai tidak mengakomodir kepentingan JPU,” ungkap JPU, Nia Pentury, ketika dihubungi melalui selulernya, Minggu (5/7).

Terpisah, kuasa hukum terdakwa, Alfred Tutupary, mengatakan, jika JPU mengajukan banding atas putusan hakim, maka dia siap memasukan kontra memori banding.

“Kita prinsipnya menunggu saja. Jika jaksa ajukan memori banding, maka tetap kita siap masukkan kontra memori banding,” ujar Tutupary.

Sebagai penasehat hukum, dia akan tetap bekerja semaksimal mungkin untuk meringankan hukuman kliennya. “Sebagai PH, tetap kita bekerja semaksimal mungkin untuk berupaya membebaskan hukuman klien dari segala ancaman jaksa,” tegasnya.

Sebelumnya, Majelis Hakim PN Ambon mengabulkan semua nota pledoi penasehat hukum terdakwa, Alfred Tutupary, yang meminta agar vonis terhadap kliennya, Pascalino Denilson Clifor (19), tidak harus menggunakan pasal 111 ayat 1 UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, sebagaimana yang digunakan JPU. Namun harus menggunakan pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan sesuai pertimbangan majelis hakim dalam persidangan, terdakwa divonis penjara selama satu tahun. “Dari hal-hal yang ditemui dipersidangan, terdakwa adalah pemakai. Kemudian berdasarkan bukti hasil asesmen, terdakwa harus direhabilitasi,” ungkap Ketua Majelis Hakim, Christina Tetelepta Cs ,dalam amar putusannya,dipersidangan, Rabu (1/7) lalu.

Putusan majelis hakim ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan JPU, yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan penjara selama tujuh tahun.

Sebelum disidangkan, terdakwa tertangkap Anggota Polisi pada 6 Januari 2020 lalu, sekitar pukul 01.00 WIT, di Jalan Anthony Rebook No. 1D Kelurahan Honipopu, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Terdakwa ditangkap tepat di kamar 507 Penginapan The Royal.

Penangkapan itu berawal dari anggota polisi pada Satresnarkoba Polres Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease mendapat informasi dari masyarakat. Mereka melaporkan akan adanya transaksi narkoba.

Dari informasi tersebut, polisi langsung bergerak melakukan penangkapan. Terdakwa diketahui bukan target operasi polisi saat itu.

Namun, dari hasil penangkapan tersebut ditemukan satu paket ganja yang tersimpan dalam dos rokok Marlboro putih. Pemuda berusia 19 tahun itu mengaku memperoleh ganja tersebut dari seorang bernama Efrano alias Ano. (SAD)

Comment