by

TAPD Sulsel Tinjau Bendungan Induk Bontonyeleng

Makassar, BKA- Tim Ahli percepatan Pembangunan Daerah (TAPD) Sulsel Hendra Fahri bersama Tim PSDA Provinsi dan Kabupaten tinjau Bendungan Induk Bontonyeleng, Minggu (21/06/2020).

Kegiatan itu untuk mengkaji keadaan bendungan induk Bontonyeleng untuk dilakukan perbaikan atau penambahan volume.

Sebab, bendungan yang mengaliri jaringan irigasi untuk ratusan hektar sawah di desa Bontonyeleng dan Palambarae, dimana tahun ke tahun debet airnya terus berkurang dan mulai mengalami pendangkalan sehingga tidak bisa menampung debet air terlalu banyak.

Akibatnya, Setiap musim garap sawah petani terkadang lambat tabur bibit padi bahkan gagal panen.

Hendra Fahri mengatakan, mudah mudahan pada tahun 2021 bendungan induk Bontonyeleng bisa dikerjakan. “Mudah mudahan wabah virus Covid-19 cepat berlalu dan masih ada sisa anggaran di provinsi, tahun 2021 bendungan ini kita usulkan untuk bisa dikerjakan,” katanya.

Selain itu, kata dia, jaringan irgasi tunggal desa Bontonyeleng juga akan direvitalisasi jika anggaran mencukupi.

Sementara itu kepala desa Bontonyeleng A Mauragawali menyebut jika bendungan dan jaringan irigasi Bontonyeleng sudah dia rencanakan diusulkan ke provinsi untuk di revitalisasi.

“Saya sudah rencana bikin proposal pengajuan revitalisasi bendungan induk Bontonyeleng dan jaringan irigasi, belum saya ajukan, Alhamdulillah Pak Fahri menelpon ingin melakukan kunjungan peninjauan bendungan Bontonyeleng,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, jika bendungan dan irigasi Bontonyeleng sudah beberapa tahun tidak dikerja, dan sudah banyak irigasi yang sudah jebol. Bahkan tiap musim garap sawah, petani keluhkan kurangnya debet air yang mengalir di irigasi.

“Sebagai pemerintah desa, Opu berharap bendungan dan irigasi bontonyeleng secepatnya dikerja. Sehingga hasil pertanian bisa meningkat,” harapnya. (int)

Comment