by

Tapping Box Disesuaikan Keuangan Daerah

Ambon, BKA- Meski dalam kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah Kota Ambon tetap melakukan penambahan tapping box. Namun penambahan yang dilakukan akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, yakni disesuaikan dengan kondisi keuangan daerah.

Sebab dengan adanya Covid-19, hampir sebagian besar anggaran daerah lebih diprioritaskan untuk penanganan wabah Corona di Kota Ambon.
Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kota Ambon, Roy de Fretes menyebutkan, untuk tahun ini ada rencana penambahan tapping box sebanyak 100 buah. “Rencana tapping box itu ada 100 dan tergantung keuangan daerah kita,” terang Roy, kepada wartawan, Rabu (15/7).

Diakuinya, untuk pengadaan tapping box tersebut di tahun ini belum dapat dipastikan apakah akan ditambahkan atau tidak. “Tidak tahu jadi atau tidak, karena kita juga tidak bisa menunggu saja dari pusat,” tuturnya.
Sementara untuk anggaran pengadaan 100 buah tapping box diperkirakan mencapai Rp 1 miliar lebih. Bahkan telah dianggarkan oleh pihaknya, dengan melihat kondisi keuangan daerah. “Dia masuk di anggaran sekarang itu sekitar 1 miliar lebih. Karena sekarang pajak portabel,” tambahnya.

Roy mengatakan, tapping box merupakan sebuah alat monitoring transaksi usaha secara online yang diwajibkan kepada wajib pajak. Sehingga, transaksi yang dilakukan oleh wajib pajak dapat langsung tercatat, dan pajaknya diketahui secara langsung oleh wajib pajak maupun pihaknya.
Dengan begitu, tapping box sangat berguna dalam perpajakan yang ada dan membantu pihaknya maupun wajib pajak dalam mengoptimalkan pajak yang ada.

Untuk tapping box sendiri, sambung dia, sudah banyak dipasang di berbagai tempat usaha di Kota Ambon. Namun, idealnya harus seluruh wajib pajak yang memiliki tempat usaha, diwajibkan memasang alat tersebut.

“Itu yang paling banyak rumah makan yang potensial, tapi idealnya harus di semua wajib pajak,” terangnya.

Dalam rencana kedepan, pihaknya akan bekerjasama dengan Bank Maluku Malut untuk tapping box. Karena disadari pemerintah tidak dapat menanggung masalah tersebut sendiri, karena biaya tapping box yang lumayan besar.

“Mungkin kedepan ada pihak bank mau membantu untuk beli. Karena pemerintah beli sendiri itu kan setengah mati, Itu bank Maluku. Itu dalam rencana kedepan,” tutup dia. (DHT).

Comment