by

TBM Rumah Inspirasi Dzikir Bersama

Ambon, BKA-Taman Baca Rumah Inspirasi Iha-Ulupia merayakan malam pergantian Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 Hijriah, yang dirangkai dengan syukuran hari jadi mereka ke-4 tahun, Kamis (20/8).

Perayaan malam pergantian Hijriah tersebut dibanjiri masyarakat Negeri Iha-Kulur, Kabupaten Seram Bagian Barat. Pasalanya, Rumah Inspirasi menyugukan sejumlah pertunjukan seni, diantaranya, gambus, seni qasidah hingga hadrat.

Dzikir dalam agenda tersebut dibawakan langsung oleh majelis Ta’lim Remaja Madrasah Aliyah BPD Iha-Kulur, yang rata-rata merupakan siswa-siswi kelas XI dan XII. Sementara pengantar zikir dibawakan oleh santri-Santriawan TPQ As-Salam, yang rata-rata merupakan pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menegah Pertama.

Ketua team work perayaan malam tahun baru Islam dan Syukuran HUT Rumah Inspirasi ke-4, Ahmad Bidoyo Putuhena, menyatakan, agenda tersebut berlangsung karena kerjasama MA BPD Iha-Kulur dan TPQ As-Sallam.

“Kami dalam agenda ini menggandeng TPQ dan Sekolah MA BPD,” akui Putuhena.

Putuhena pada kesempatan itu menyampaikan terimaksih kepada seluruh masyarakat Negeri Iha-Kulur, karena sudah memberikan dukungan hingga terlaksananya kegiatan tersebut.

Dirinya mengakui, meski empat tahun Rumah Inspirasi berkarya, tapi tidak dipungkiri masih banyak kekurangan yang harus dievaluasi. “Malam ini kita lebih pada perenungan atas perjalanan kami dalam memberikan pelayanan. Kami memohon maaf kepada seluruh lapisan masyarakat, jika masih ada saja kekurangan Rumah Inspirasi selama ini,” pungkasnya.

Ditempat yang sama, Direktur Rumah Inspirasi, Muhammad Fahrul Kaisuku, mengatakan, rasa syukurnya atas terlaksananya kegiatan tersebut sesuai harapan.

Menurutnya, kegiatan perayaan malam Tahun Baru Islam dan Sykuran 4 tahun TBM, berjalan baik karena campur tangan banyak pihak. “Kami menyadari sungguh, agenda ini bisa berlangsung karena hasil dari banyak tangan serta pikiran,” terangnya.

Dia mengaku, Rumah Inspirasi Iha Ulupia pada dasarnya sama dengan organisasi lain pada umumnya. Pergerakan lebih ke gaya volounter, yakni, mengutamakan kampanye literasi.

“Kami berupaya menanamkan rasa kecintaan adik-adik pelajar kepada buku dan Al-Qur’an. Kerjanya lebih sepereti pekerja sosial dan tidak terikat,” pungkasnya.(SAD).

Comment