by

Teknis Sistem Zonasi Perlu Kesepakatan

Ambon, BKA- Agar semua sekolah dapat komitmen dengan penerapan sistem zonasi pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini, maka dibutuhkan kesepakatan bersama antar sekolah.

Kepala SMA Kristen Passo, Adriana Tatipata, mengatakan, kesepakatan bersama untuk menerapkan sistem zonasi pada PPDB, sangat diperlukan. Sehingga semua sekolah, khususnya SMA, dapat konsisten dalam penerapannya.

“Kita ini memang berada diatas aturan. Tapi karena kondisi Ambon ini rentang, jarak sekolahnya kan berdekatan saja, sehingga kita tidak bisa putuskan, bahwa daerah mana yang aman dan tidak aman. Karena itu, saya inginkan, kita sepakat saja, bahwa daya tampung disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah. Kalau kondisi sekolah daya tampung maksimal itu, ya, jangan dipaksakan. Kita harus ikut atutan itu. Supaya kalau sudah melebihi, jangan terima siswa baru lagi. Baik yang malakukan tes maupun yang tidak melakukan tes. Kalau sudah kasih batas kuota, harus sesuai dengan itu,” ungkap Tatipata, Sabtu (4/7).

Hal itu penting. Karena dia menilai, banyak sekolah yang belum patuh pada aturan sistem zonasi. Akibatnya, sampai sekarang tujuan pemerataan jumlah siswa, belum bisa terpenuhi disemua sekolah.

Padahal, lanjutnya, salah satu tujuan sistem zonasi dibuat adalah untuk menciptakan pemerataan jumlah siswa di semua sekolah. Sehingga menghindari adanya penumpukkan siswa pada sekolah tertentu.

“Sudah ada aturan, bahwa maksimal itu hanya 18 siswa dalam satu kelas. Bahkan dari dinas juga sudah sampaikan, untuk tidak ada lagi sekolah dua shift. Dan itu sebenarnya yang harus kita ikut. Tapi saya lihat, belum sepenuhnya kita lakukan sesuai aturan yang ada. Itu yang tidak ada perubahan dari adanya sistem zonasi ini,’’ bebernya. (LAM)

Comment