by

Terbengkalai, PT MCA Bakal Dipanggil

Ambon, BKA- Komisi III DPRD Kota Ambon akan kembali memanggil pihak PT Matriecs Cipta Anugrah ( MCA) terkait proyek pembangunan rumah sederhana bersubsidi dari Pemerintah Pusat yang sementara dikerjakan di kawasan Kusu Kusu Sere, Negeri Urimessing, Kecamatan Nusaniwe.

Pemanggilan tersebut sesuai hasil tinjauan lapangan yang dilakukan Komisi pada Senin (27/7). Komisi menilai, proyek rumah bersubsidi itu tidak layak dibangun di kawasan tersebut karena berada di daerah resapan.

Bahkan beberapa kelengkapan yang harus dibangun pihak pengembang seperti talud penahan tanah dan lainnya, belum juga dilakukan. Padahal proyek ini sudah berjalan sejak tahun 2018 lalu.

“Hasil rapat internal komisi kemarin itu, segera memanggil pihak PT Matriecs Cipta Anugrah. Karena sesuai hasil tinjauan komisi di lapangan, itu proyeknya masih terbengkalai. Dan kalau dilihat proyeknya itu tidak layak karena berada di daerah resapan,” ungkap, Anggota Komisi III DPRD Kota Ambon, Juliana Pattipeilohy, saat dihubungi koran ini, Rabu (29/7).

Menurut dia, PT MCA selaku pihak pengembang harusnya melengkapi seluruh kelengkapan yang ada sebelum dilakukan pembangunan rumah bersubsidi. Namun sayangnya, beberapa kelangkapan dimaksud belum juga dilakukan.

“Seluruh izin itu sudah dilengkapi, tapi talud penahan tanah kemudian beberapa kelengkapan lainnya itu belum juga dilakukan. Hasil pantauan di lapangan itu, banyak longsor yang hanya ditutupi terpal. Makanya menurut saya itu tidak layak. Harusnya semua kelengkapan itu dipenuhi dulu baru mulai lakukan pembangunan,” terang Juliana.

Saat tinjauan, kata dia, pihak yang bertanggung jawab atas proyek tersebut sedang berada di luar daerah. Sehingga nantinya Komisi akan menyurati pihak pengembang untuk membahas proyek tersebut.

“Tinjauan yang kita lakukan ini atas surat masuk dari masyarakat dan informasi yang diterima teman-teman Komisi. Dan nanti kita akan panggil untuk mempertanyakan proyek tersebut,” pungkasnya.

Sekedar tahu, sebelumnya Komisi III DPRD kota Ambon periode 2014-2019 pernah memanggil PT MCA pada tahun 2019 lalu, terkait proyek pembangunan tersebut. Karena menduga PT MCA belum mengantongi izin mendirikan bangunan (IMB), izin lingkungan, pembangunan talud penahan tanah hingga drainase.

Pemanggilan tersebut atas laporan masyarakat sekitar yang merasa dirugikan dengan longsoran tanah berwarna kecoklatan beserta limbah pembangunan yang sering dibiarkan mengalir mencemari sungai Batugajah.

Sehingga Komisi saat itu mendesak agar PT MCA melengkapi seluruh kelengkapan sebelum membangun proyek tersebut. Bahkan Komisi pernah mengeluarkan rekomendasi kepada Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, untuk mencabut izin pembangunan proyek rumah bersubsidi dari Pemerintah Pusat itu. (UPE)

Comment