by

Terdakwa Akui Cabuli Korban Satu Kali

Ambon, BKA- Agustinus Yudi Rumyaan alias Yudi, pemuda Desa Riang, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon,mengakui dipersidangan kalau satu kali melakukan percabulan terhadap korban yang adalah keluarganya sendiri.

Hal ini terbukti saat kuasa hukum terdakwa Alfred Tutupary membacakan nota pledoi (pembelaan) terdakwa di persidangan secara Online di Pengadilan Negeri Ambon, Selasa (9/6).

Didalam nota pledoi terdakwa,dia sudah mengakui dipersidangan kalau benar melakukan pencabulan terhadap korban. Dari sikap dan tindakan terdakwa itulah, dia merasa menyesal dan memohon kepada majelis hakim agar dapat meringankan hukumannya, karena terdakwa menganggap tuntutan JPU terlalu berat.

“Yang mulia, melalui nota pledoi ini kami ingin menyampaikan, kalau terdakwa sudah mengakui perbuatannya, terdakwa berlaku sopan dipersidangan, sehingga kami minta agar majelis hakim dapat meringankan hukum terdakwa sebagaimana yang dituntut JPU,” terang Alfred dalam nota pledoinya dipersidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Feliks R. Wuisan Cs,sedangkan JPU dihadiri Elsye Leonupun.

Sebelumnya, terdakwa Agustinus Yudi Rumyaan alias Yudi diancam dipidana penjara selama delapan tahun karena terbukti melakukan tindak pidana pencabulan terhadap anak dibawah umur, oleh jaka penuntut umum Kejari Ambon, Jumat (5/6) kemarin.

Didalam amar tuntutan JPU, pemuda yang baru berusia 20 Tahun ini, terbukti bersalah melanggar pasal 82 ayat (1) Undang-undang nomor 17 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU nomor 1 Tahun 2016, tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak.
“Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhi hukuman delapan tahun penjara kepada terdakwa dengan penjara selama 8 Tahun, denda Rp.800 juta, subsider 6 bulan kurungan,” ungkap JPU, Elsye Leonupun dalam amar tuntutan yang dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim Feliks R. Wuisan Cs, sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Alfred Tutupary.

Perbuatan terdakwa diketahui sesuai berkas dakwaan JPU, awalnya, pada Minggu 29 November 2019, sekitar pukul 20.00 WIT, di rumah korban. Sesuai pengakuan ibu korban atau saksi, peristiwa naas yang dialami anaknya itu diketahui saat dia pulang kerja, tiba di rumah, dia melihat anaknya atau korban sudah menjerit kesakitan di daerah sensitifnya.

Dari situ, saksi menanyakan siapa yang telah melakukan aksi tak terpuji tersebut terhadap korban, dengan spontan korban langsung menunjuk terdakwa yang sedang berada di dalam rumah.

Kemudian, saksi kembali memanggil terdakwa masuk ke dalam kamar untuk melakukan interogasi lanjut. Dan ternyata benar, terdakwa mengakui sendiri kalau sudah mencabuli korban.

Mendengar penuturan terdakwa, pada esok harinya, saksi langsung mendatangani pihak kepolisian untuk melaporkan perbuatan bejat terdakwa. (SAD)

Comment