by

Terdakwa Akui Masuk Polda Sebut “Mena Muria”

Ambon, BKA-Adolof Erens Tahapary, salah satu dari anggota Polda Maluku mengakui dipersidangan kasus RMS,kalau tiga terdakwa sebelum masuk ke Markas Polda Maluku dengan membawa bendera RMS, mengucapkan “Mena Muria” sembari berjalan masuk dilingkungan Polda Maluku.

Hal ini disampaikan saksi dipersidangan lanjutan atas kasus RMS yang melibatkan tiga terdakwa masing-masing Simon Viktor Taihittu, terdakwa Abner Litamahuputty dan terdakwa Johanis Pattiasina.

Saksi melanjutkan, ketiga terdakwa saat masuk ke Polda Maluku, aksi mereka sudah diketahui dirinya, dari Video himbauan melalui media sosial Youtube.

“Jadi pada saat mereka masuk membawa bendera, sebelumnya saya sudah tahu, karena mereka teriak-teriak Mena Muria di depan Kantor Polda Maluku baru masuk ke halaman kantor,” jelas Erens yang merupakan petugas yang menangkap ketiga terdakwa.

Saat melihat mereka sudah masuk ke halaman Polda, lanjut dia, kebetulan dirinya sedang piket di Pos penjagaan, selanjutnya memilih untuk mengamankan ketiga terdakwa.

“Karena saya melihat aksi itu, langsung saya bersama rekan-rekan datang amankan mereka (terdakwa),” jelasnya.

Saksi pun mengakui, selain Video himbaun supaya menaikan bendera RMS, dirinya juga sempat melihat kalau ada selembaran (soal ajakan) yang tersebar di media sosial.

“Dan di dalam selembaran yang tersebar di media sosial itu, ada nama ketua dan sekertaris pimpinan RMS,” tandas saksi di persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Ahmad Hukayat didampingi Jenny Tulak dan Feliks R. Wuisan selaku hakim anggota.

Setelah mendengarkan keterangan saksi, sidang dilanjutkan kembali Senin 27 Juli 2020 untuk agenda pemeriksaan saksi-saksi lain.

Sekedar tahu saja, dalam dakwaan JPU Kejati Maluku, Augustina Ubleeuw mengatakan, tindak pidana yang dilakukan tiga terdakwa yang mengaku petinggi Front Kedaulatan Maluku Republik Maluku Selatan (FKM-RMS), Sabtu (25/4) menerobos masuk ke Polda Maluku dengan membawa bendera RMS sembari berteriak “Mena Muria” di halaman Polda Maluku.

Hal itu dilakukan ketiganya sekitar pukul 15.45 WIT ke markas Polda Maluku yang berada di Jalan Rijali No. 1, Kelurahan Batu Meja, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon itu dengan membawa bendera RMS.

Ketiganya diketahui Simon Viktor Taihittu (56). Pekerjaannya wiraswasta. Ia mengaku kepada penyidik adalah warga Batu Gajah, dan juga warga Tanggerang Selatan, Provinsi Banten. Dalam FKM-RMS, ia selaku juru bicara, terdakwa Abner Litamahuputty alias Apet (44), warga di Kudamati, Lorong Rumah Tingkat, pekerjaan alias pengangguran. Tapi di FKM-RMS ia menjabat sebagai Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air.

Kemudian Johanis Pattiasina (52),warga yang bermukim di Kayu Tiga, Dusun Soya, Kecamatan Sirimau ini adalah ASN pada Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Maluku. Sebelumnya ia bertugas di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku. Jabatannya di FKM-RMS selaku Sekretaris Perwakilan Tanah Air.

“Ketiganya diancaman melanggar pasal Pasal 106 KUHP, Pasal 110 KUHP tentang Makar dan Pasal 160 KUHP tentang Menghasut,” tandas JPU. (SAD)

Comment