by

Terdakwa Akui Setubuhi Korban Dua Kali

Ambon, BKA- Semuel Hetharia alias Semi, mengakui dipersidangan kalau dua kali mencabuli korban di dalam kamarnya.

Penasehat hukum terdakwa, Ronald Salawane yang dikonfirmasi Beritakota Ambon mengaku, di dalam persidangan dengan mendengarkan keterangan terdakwa, pada pekan kemarin, terdakwa sudah mengakui semua perbuatan bejat yang dilakukan terhadap korban yang adalah tetangganya sendiri.

Pemuda yang bermukim di Negeri Nalahia- Kasuari, Kecamatan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) ini terbukti menyetubuhi korban sebanyak dua kali.

“Jadi terdakwa bilang setubuhi korban sebanyak dua kali, kala itu korban hendak datang ke rumahnya meminta buah mangga,” ungkap Salanawe, melalui selulernya, Minggu (12/7).

Dia berujar, pengakuan terdakwa ini sempat membuat dia menangis dipersidangan saat itu, dan juga terdakwa mengakui usai menyetubuhi korban dia memberi uang sebanyak Rp.10 ribu kepada korban.

“Jadi setelah setubuhi korban, terdakwa diberikan uang sebanyak Rp.10 ribu,dan buah mangga sebelum pulang ke rumah dengan catatan agar tidak boleh memberitahukan hal ini ke siapa-siapa atau orang tua korban,” tandasnya.

Sesuai dakwaan JPU, terdakwa didakwa melanggar pasal 81 ayat (2) UU nomor 16 Tahun 2016, tentang penetapan peraturan pengganti UU nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU nomor 23 Tahun 2002 tentag perlindungan anak.

JPU Kejari Malteng, Inggrid Louhenapessy menjelaskan,perbuatan bejat yang dilakukan terdakwa terjadi awalnya Januari 2020 kemarin, saat itu, korban didatangi terdakwa dengan tujuan mengambil buah mangga di belakang rumah terdakwa, lantas korban tinggal bertetangga dengan terdakwa.

Dengan kondisi rumah yang sepi, sebelum mengambil buah mangga, terdakwa membawa korban ke kamarnya dan memaksa korban untuk melayani napsu birahinya. Korban yang masih polos menolak tawaran terdakwa namun dipaksa terdakwa sehingga hubungan terlarang itu pun berlangsung.

Setelah itu, terdakwa memegang tangan korban ke belakang rumah lalu memberikan dia buah mangga, kemudian menyuruh korban untuk pulang ke rumahnya.

Kedua, pada Bulan Maret 2020 kemarin, terdakwa datang ke rumah korban lalu memanggil korban ke rumah terdakwa, dengan tujuan yang sama untuk mengambil buah mangga. Ternyata pria bejat itu kemabali menyetubuhi korban di dalam kamarnya.

Perbuatan terdakwa pun tidak diketahui orang tua korban, akan tetapi pada waktu korban bersama terdakwa di dalam kamar, saksi yang merupakan tetangga rumah terdakwa mengintip aksi biadap terdakwa dari jendela kamar.

“Tak menerima aksi biadap terdakwa terhadap korban, saksi kemudian memilih untuk memberitahukan peristiwa itu ke orang tua korban,kemudian orang tua korban melaporkan hal ini ke Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk diproses hukum,” ucap JPU, Inggrid Louhenapesy, dalam berkas dakwaannya dipersidangan yang dipimpin ketua majelis hakim, Lucky R. Kalalo

Comment