by

Terdakwa Akui, Setubuhi Korban Sejak Kelas 1 SMA

Ambon, BKA- Dihadapan persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, ayah bejat Ananias Lawalata alias Is, warga yang bermukim di kawasan Mangga Dua, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon mengakui mencabuli korban sejak berusia 17 Tahun dan saat duduk di kelas 1 SMA.

Bahkan terdakwa akui, melakukan aksi bejat tersebut berulang kali hingga puluhan kali, bahkan sebelum meniduri korban, terdakwa berlaku kasar dan membentak korban.

“Saya akui setubuhi korban berulang kali yang mulia,awalnya waktu dia duduk di Kelas 1 SMA,” ujar Ananias di hadapan persidangan yang dipimpin ketua majelis hakim Feliks R.Wuisan Cs, pada sidang, Senin (10/8).

Dari pengakuan terdakwa, selain bersikap kasar, terdakwa pun kehilangan kontrol sehingga pada saat kondisi rumah yang lagi sepi. Terdakwa kerap melakukan aksi bejat tersebut.”Jujur saya hilang kontrol yang mulia,” kesal dia.

Dia menambahkan, aksi biadapnya itu terus berlanjut hingga korban masuk di salah satu perguruan Tinggi di Kota Ambon.

“Saya jujur, saya menyesal apa yang sudah dilakukan terhadap korban yang mulia,” jelasnya.

Usai mendengarkan keterangan terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan, dengan agenda tuntutan dari jaksa penuntut umum Chaterina Lesbata.

Sebelumnya JPU,Kejari Ambon, dalam berkas dakwaannya menguraikan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi, berulang kali, sejak tahun 2013-2017.

Saat itu istri terdakwa (Ibu korban) tidak berada di dalam rumah. Awalnya, korban baru pulang dari sekolah, sampai di rumah terdakwa geram atas sikap korban tanpa alasan yang jelas.

Selanjutnya pada saat terdakwa di dalam kamar, dia kemudian menyuruh korban untuk masuk mengikutinya. Sampai disitu, korban sambil diancam dan akhirnya menuruti kemauan terdakwa yang menyuruh untuk berhubungan badan layaknya suami istri.

Bukan hanya disitu, waktu terus berjalan, korban selalu digagahi terdakwa pada saat kondisi rumah sepi, saat itu terdakwa selalu mengancam terdakwa akan mengeluarkan korban dari rumahnya karena korban merupakan anak tiri dan marganya tidak sama dengan terdakwa. “Kalau kamu cerita ke orang, saya keluarkan dari rumah, karena kamu marga lain dari saya,” kata terdakwa kepada korban sembari meminta agar melayani napsu birahinya.

Bahkan lanjut JPU, sampai korban beranjak dewasa dan duduk di bangku SMA, terdakwa masih merupaya menyetubuhi korban, ibu korban yang sudah mendengar cerita dari korban namun karena suaminya (terdakwa) yang sedang menafkahi mereka dan sedang menanggung biaya kuliah korban, sehingga dia takut untuk melaporkan hal ini ke pihak berwajib.
Suatu saat, korban yang sudah tak tahan, datang ke rumah bibi, dia memilih untuk menceritakan apa yang sudah dialami korban. bibinya kemudian geram dengan tindakan bejat terdakwa, kemudian mendatangi Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease untuk melaporkan kejadian yang dialami korban.

“Terdakwa didakwa melanggar pasal 285 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana,” jelas JPU.(SAD)

Comment