by

Terdakwa Bejat Diganjar 7 Tahun Penjara

Ambon ,BKA- Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon akhirnya menjatuhi hukuman tujuh tahun penjara kepada terdakwa bejat Aunur Rapik Malawat (19), dalam sidang yang berlangsung, Selasa (12/5) .

Sidang tersebut dipimpin ketua majelis hakim Hamzah Kailul, didampingi hakim anggota Lucky Kalalo dan Philip Panggalila,sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya Alfred Tutupary, dan JPU Inggrid Louhenapessy.

Didalam amar putusan majelis hakim, Terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dan di ancam dengan pasal 81 ayat (2) undang-undang nomor 17 tahun 2016 jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Selain pidana badan, dia juga dibebankan membayar denda sebesar Rp.60 juta subsider satu bulan kurungan.

Putusan majelis hakim ini lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa 10 tahun penjara.

Terungkap dalam persidangan, kasus persetubuhan yang dilakukan terdakwa bersama belasan pelajar yang sudah divonis dalam berkas terpisah tersebut setelah, gurunya mengetahui korban yang merupakan siswa SMA di Kecamatan Salahutu, Malteng ini tidak masuk sekolah hampir dua pekan lamanya.

Setelah diinterogasi alasan tidak masuk sekolah, korban lalu mengaku disetubuhi pertama kali sejak November 2019 silam. Korban awalnya tak mau melaporkan peristiwa yang dialaminya, lantaran diancam oleh para pelaku.

Pelakunya adalah 16 rekan satu sekolah korban, dan satu lainnya diketahui masih duduk di bangku SMP.

Kejadian persetububan bermula dari ajakan pacar korban yang berinisal JP. JP mengajak korban pergi ke rumah salah satu temannya. Di tempat tersebut, JP menyetubuhi korban.

Usai bersetubuh, JP justru memanggil beberapa teman lelakinya untuk menyetubuhi korban.

Belasan pria tersebut melakukan pemerkosaan pada korban berulang-ulang selama tiga bulan, dari bulan November 2019 hingga Januari 2020. (SAD)

Comment