by

Terdakwa Cinnabar 2 Tahun Bui

Ambon, BKA- Ridwan Pelu dan Ahmad Kaimudin dua terdakwa kasus Cinabar diganjar Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Ambon dengan penjara selama dua tahun dalam sidang online di PN Ambon, Rabu (1/7).
Selain pidana badan, kedua terdakwa juga dibebankan membayar denda sebesar Rp. 500 juta subsider tiga bulan kurungan.

“Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP,” ucap ketua majelis hakim, Lucky Rombot Kalalo dibantu Hamjah Kailul dan Feliks R. Wuisan selaku hakim anggota, sedangkan kedua terdakwa didampingi Tim kuasa hukumnya, yakni, Rony Samloy dan Jeanly Lopulalan.

Sebelumnya, JPU Kejaksaan Negeri Malteng, Donald Rettob, menuntut dua terdakwa ini dengan pidana penjara selama dua tahun dan enam bulan kurungan (2,6), dalam persidangan yang digelar secara online di pengadilan Negeri Ambon, Rabu (3/6).

Didalam amar tuntutan JPU, kedua terdakwa dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal 158 Undang-Undang RI Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

JPU dalam berkas dakwaanya menguraikan, kedua terdakwa tertangkap pada Rabu, 11 Desember 2019. Kejadian itu bermula pada 10 Desember 2019 sekitar pukul 22.00 WIT. Saat itu, Terdakwa Ahmad menelepon terdakwa Ridwan, untuk menyewa mobil.

Mobil tersebut akan digunakan untuk mengangkut Cinnabar di rumahnya di Dusun Waitomu Desa Hila Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah. Mereka bersepakat mengangkutnya keesokan harinya. Pagi hari, sekitar pukul 08.00 Wit, terdakwa Ridwan sudah berada di rumah Ahmad. Saat itu juga, kedua terdakwa mengangkut lima buah jerigen ukuran liter berisi cairan mercury atau air raksa ke dalam mobil.

Terdakwa Ahmad meminta terdakwa Ridwan membawa kendaraan itu ke Desa Nania. Terdakwa Ahmad akan mengikuti dari belakang dengan menggunakan sepeda motor.

Ketika mobil yang dikendarai melewati kantor Polsek Leihitu, mobil tersebut dihentikan dan diperiksa oleh anggota Polri yang bertugas di Polsek Leihitu.

Setelah ditemukan adanya cairan mercury/air raksa tersebut di dalam mobil , polisi kemudian menjemput terdakwa Ahmad di rumahnya untuk diproses seusia hukum yang berlaku. (SAD)

Comment