by

Terdakwa Penggelapan Barang Swalayan Dituntut Variatif

Ambon, BKA- Dua terdakwa kasus penipuan dan penggelapan barang milik Swalayan Winkel di Waiheru, Kota Ambon, yakni, Dessy Mahulette dan Ricaldo Taribuka, dituntut Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon, Secretchil E. Pentury, dengan pidana penjara bervariasi.

Terdakwa Dessy Mahulette yang merupakan Kepala Gudang Swalayan Winkel, dituntut 5 tahun penjara karena diduga melakukan penggelapan cokelat senilai Rp 400 juta.

Sedangkan terdakwa Ricaldo Taribuka sebagai Sopir pada PT Fajar Lestari, dituntut 4 Tahun penjara karena turut bekerjasama melakukan kejahatan tersebut.

JPU menyatakan, terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penggelapan dalam jabatan yang dilakukan secara berlanjut, sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 KUHP.

“Terdakwa terbukti melakukan penggelapan, sebagaimana diatur dalam Pasal 374 KUHP Jo Pasal 64 KUHP,” kata JPU, saat membacakan surat tuntutannya pada persidangan di Pengadilan Negeri Ambon, yang dipimpim Ketua Majelis Hakim, Hamjah Kailul Cs, Selasa (4/8).

Jaksa menguraikan, kasus ini bermula ketika terdakwa Ricaldo mengajak terdakwa Dessy untuk bekerjasama melakukan penggelapan di Swalayan Winkel Waiheru.

Keduanya bertemu saat Ricaldo mengantar barang ke Swalayan. Karena biasanya, pihak swalayan itu selalu memesan cokelat pada perusahaan cokelat di tempat Ricardo bekerja.

Atas kerja sama yang dibangun kedua terdakwa, akhinya jumlah barang yang dibawa ke swalayan yang berada di Desa Waiheru itu tidak sesuai jumlah pesanan. Karena sebagian barang dibawa ke tempat lain dan dijual. Hasilnya dibagi dua.

Kejadian ini telah terjadi sejak November 2019, dan baru terungkap pada Maret 2020. Kasus ini terkuak setelah ada konsumen yang melakukan pembelian beras. Dalam sistem tercatat ada stok. Namun ketika dicek, tidak ada barang di gudang.

Terdakwa Dessy tidak hanya melakukan penggelapan cokelat, tetapi juga penggelapan barang sembako lainnya. Seperti beras, minyak kelapa, dan kopi.

Marthen Fordatkosu selaku penasehat hukum kedua terdakwa, mengaku, akan mengajukan nota pembelaan atau pledoi yang akan dibacakan pada persidangan berikutnya.(SAD).

Comment