by

Terdakwa Pornografi Didakwa Pasal Berlapis

Ambon, BKA- Terdakwa kasus dugaan pornografi, Steven Carlos de Fretes alias Steven, didakwa melanggar dua pasal sekaligus oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku, pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Rabu (12/8).

Pemuda 23 tahun yang bermukim di Kayu Putih, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, ini didakwa melanggar pasal 29 Ayat (1) Jo Pasal 4 ayat (1) huruf d UU RI No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi, serta pasal 27 Ayat (1) Jo pasal 45 Ayat (1) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Sidang itu dipimpin Ketua Majelis Hakim, Lucky R. Kalalo, dibantu dua hakim anggota. Sedangkan terdakwa didampingi kuasa hukumnya, Rony Samloy.

JPU, S. Aryani, dalam berkas dakwaanya menyebutkan, tindak pidana yang dilakukan terdakwa terjadi pada Sabtu, 28 Juli 2018, sekitar pukul 11.00 WIT, tepatnya di rumah terdakwa.

Awalnya ketika korban yang merupakan mantan pacarnya berada di rumah, menerima pesan gambar melalui saluran WhatsApp yang bernuansa kesusilaan milik korban dari terdakwa.

Gambar tersebut dikirim terdakwa sambil mengancam korban, kalau akan menyebarkan foto itu melalui aplikasi instagram, agar diketahui publik, termasuk teman-teman korban.

Merasa malu dengan foto yang dikirim terdakwa, korban langsung menuju Polsek Sirimau untuk melaporkan tindakan terdakwa.

Petugas yang sudah menerima laporan bergerak cepat mendatangi tempat tinggal terdakwa, untuk melakukan penngkapan. Namun terdakwa sudah melarikan diri.

Tak sampai disitu, aksi terdakwa masih terus berlanjut. Terdakwa terus mengirimkan foto bernuansa negatif itu kepada korban, sambil mengancam.

“Kamu yang malu, bukan saya yang malu,” ancam terdakwa sebagaimana dalam dakwaan JPU.

Atas perbuatan terdakwa, postingan gambar korban diketahui rekan kerja korban. Ketika mereka menegur terdakwa, terdakwa malah membentak mereka. Terdakwa mengaku tidak takut dilaporkan ke Polisi.

Dari laporan korban inilah, terdakwa menghilang dari pihak kepolisian. Lalu akhirnya terdakwa dimasukan dalam daftar Pencarian Orang (DPO).

Namun pada Juli 2020 lalu, terdakwa berhasil dibekuk tim Ciber Ditreskrimsus Polda Maluku untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Setelah mendengarkan dakwaan JPU, hakim menunda sidang hingga pekan depan, untuk mendengarkan keterangan saksi-saksi fakta.(SAD).

Comment