by

Tersangka Dugaan Tipikor MP3KI Terancam Dijemput Paksa

Ambon, BKA- Dua tersangka dugaan kasus Tipikor proyek Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan Indonesia (MP3KI) Kecamatan Aru Tengah Timur Kojabi-Balatan, Salmon Gainau dan Daud Ubwarin, mangkir pada panggilan pertama Kejaksaan Negeri Kepulauan Aru.

Untuk itu, dalam waktu dekat, surat panggilan kedua akan dilayangkan pihak Kejari Kepulauan Aru bagi mereka. Jika surat panggilan kedua tidak digubris, maka keduanya terancam di jemput paksa. Hal tersebut disampaikan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepulauan Aru, Sisca Taberima, kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (12/1).

Taberima mengungkapkan, panggilan pertama sudah disampaikan sejak Desember 2020 lalu. Namun kedua tersangka tidak hadir, dengan alasan cuaca tidak memungkinkan untuk berlayar dari desa Kojabi ke Dobo.

“Untuk surat panggilan pertama kita telah koordinasikan dengan pak Camat Aru Tengah Timur, Kundrat Pekpekay, untuk menyampaikan surat ke tersangka,” kata Taberima.

Begitu pun lanjutnya, untuk panggilan ke dua, Kejari Kepulauan Aru akan berkoordinasi dengan Camat Aru Tengah Timur, untuk memudahkan penyampaian surat ke kedua tersangka.

“Jika panggilan kedua tidak diindahkan, maka dilakukan pemanggilan paksa,” ungkapnya.

Untuk diketahui, proyek MP3KI jembatan yang menghubungkan Desa Kojabi-Balatan di Kecamatan Aru Tengah Timur sejak tahun 2014 silam, dengan menelan anggaran sebesar Rp 3.4 miliar.

Kasus ini mulai dilidik oleh Kejari Aru sejak 1 September 2016 lalu. Sehingga pada tanggal 12 Juni 2017, pihak BPMD dimintai keterangan. Dan pada awal Februari 2018, tim auditor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku bersama Penyidik Kejari Aru turun ke lokasi proyek di Desa Koijabi-Balatan.

Selanjutnya, pada April 2018, tim auditor BPKP Perwakilan Provinsi Maluku sudah selesai melakukan audit, dan menetapkan kerugian negara sebesar Rp 1 miliar Iebih. (WAL)

Comment