by

Tersangka Tata Ibrahim Digelandang ke Jaksa

Ambon, BKA- Tim penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku akhirnya menggelandang tersangka Tata Ibrahim yang ditetapkan dalam kasus dugaan Tipikor dan Tindak Pidana Pencegahan dan Pemberantasan Pencucian Uang (TPPU) pada PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Maluku untuk kepentingan persidangan.

Berkas perkara TI yang merupakan divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar ini diserahakan ke JPU karena dinilai sudah lengkap sesuai dengan petunjuk JPU.

Direskrimsus Polda Maluku, Kombes Pol. Eko Santoso kepada Beritakota Ambon mengaku, berkas perkara Tata Ibhahin sudah dilakukan penyerahan berkas perkara dan barang bukti(Tahap II) ke JPU Kejati Maluku.

“Kita sudah lakukan tahap II ke penuntut umum Kejati Maluku, selanjutnya nanti konfirmasi langsung saja ke Kejati,” tandas Santoso singkat, Jumat kemarin.

Kasi Penkum Kejati Maluku, Samy Sapulette dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata Sapulette, berkas perkara tersangka T.I benar sudah diterima tim penuntut umum Kejati Maluku.

“Benar hari ini JPU, Achmad Atamimi dan Ruslan Marasabessy, menerima penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) dalam perkara tipikor dan dan TPPU pada PT. Bank Negara Indonesia (BNI) Kantor Cabang Utama Ambon,” jelas Sapulette, Jumat (24/7).

Barang bukti yang diterima JPU, lanjut Sapulette, berupa surat-surat, 1 unit handphone merek Samsung dan uang tunai senilai Rp. 2.442.400.000, (dua milyar empat ratus empat puluh dua juta empat ratus ribu rupiah) yang selanjutnya uang tersebut dititipkan di rekening penitipan Kejaksaan pada Bank Mandiri Kantor Cabang Ambon Pantai Mardika.

“ Setelah dilakukan penyerahan tahap II selanjutnya tersangka ditahan oleh Penuntut Umum dengan jenis penahanan Rutan pada Rutan Polda Maluku selama 20 hari ke depan, terhitung mulai hari ini,” jelas jaksa dengan dua bunga melati di pundak itu.

Sekedar tahu saja, kasus pembobolan uang BNI Ambon senilai Rp.58,9 miliar itu, penyidik Dit Reskrimsus Polda Maluku menetapkan satu tersangka tambahan dari antara tujuh tersangka lainnya sehingga ditotalkan menjadi delapan orang tersangka.

Satu tersangka baru adalah William Alfred Ferdinandus, teler BNI Ambon, dia ditetapkan karena turut menerima sejumlah uang dari tersangka utama Faradiba Yusuf selaku Wakil kepala BNI Ambon saat itu. Dan tersangka Wiliam berkasnya sudah dilakukan tahap II dan Penuntut umum sedang menyusun berkas dakwaan yang bersangkutan.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. M. Roem Ohoirat, sebelumnya mengungkapkan, kasus pembobolan uang BNI Ambon diketahui semuanya berjumlah delapan orang tersangka. Masing-masing, Wilian Alfred Ferdinandus selaku Taller BNI Ambon, Tata Ibrahim selaku divisi Humas BNI Kantor Wilayah Makassar, serta enam tersangka lainnya yang kini dituntut bervariasi oleh JPU Kejati Maluku di persidangan Pengadilan Tipikor Ambon.

Mereka adalah Faradiba Yusuf, Soraya Pelu, eks Kepala KCP BNI Tual yang juga eks Kepala KCP Unpatti Krestiantus Rumahlewang, eks Kepala KCP Dobo Josep Resley Maitimu, eks Kepala KCP BNI Mardika Andi Yahrizal Yahya dan eks KCP BNI Masohi, Marce Muskitta. (SAD)

Comment