by

Tiga Pimpinan RMS Ditetapkan Tersangka

Ambon, BKA- Tim penyidik Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Maluku, akhirnya menetapkan tiga pimpinan RMS yang masuk di dalam Markas Polda Maluku membawa bendera RMS pada Sabtu 25 April kemarin sebagai tersangka dalam kasus makar.

Ketiga tersangka itu masing-masing,Simon Viktor Taihitu (56), Warga Batu Gajah, yang bertindak selaku juru bicara, Abner Litamahuputty (44), warga Kudamati, Lorong Tingkat bertugas selaku Wakil Ketua Perwakilan Tanah Air FKM/RMS dan Johanis Pattiasina (52), yang berprofesi selaku PNS di kantor Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Maluku, kemudian bertindak selaku Sekretaris perwakilan Tanah Air FKM/RMS.

Direktur Kriminal Umum Polda Maluku, Kombes Pol. Sih Harno ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon melalui selulernya mengungkapkan, Polda Maluku resmi menetapkan ketiga pelaku yang membawa bendera RMS ke Mapolda Maluku itu sebagai tersangka.

Ketiganya disangkakan dengan pasal 106 KUHP Tentang Makar dengan ancaman hukuman 20 Tahun penjara, dan pasal 160 KUHP tentang manghasut orang melakukan perbuatan makar, diancam pidana penjara selama 6 Tahun.

“Jadi ketiganya kita sudah jadikan mereka sebagai tersangka, kalau untuk beberapa pelaku yang di Polda Maluku, kita belum tahu infonya seperti apa, namun yang jelas Polda hanya tangani tiga orang tersangka ini,” jelas Harno ketika di hubungi melalui selulernya, Senin (27/4).

Kata dia, berdasarkan bukti-bukti yang dikantongi penyidik, yakni barang bukti berupa bendera RMS, Handphone, Masker dan tayangan video ajakan warga untuk menaikan bendera RMS sejak 18 April kemarin.

“Jadi sebelumnya memang kita sudah ketahui ketiga orang ini, dari tayangan video itu. Dan anggota bagian Serse juga sudah bergerak. Sehingga tiga orang ini kita panggil datang ke Polda, ternyata mereka datang bukan dengan cara baik-baik malah beraksi dengan bendera RMS. Ini yang membuat kita langsung melakukan penahanan kepada mereka,” jelasnya.

Saat dilakukan interogasi lanjut,tambah dia, ketiga tersangka ini mengaku kalau merasa bertangungjawab terhadap simpatisan mereka yang sudah ditangkap anggota Polresta Pulau Ambon dan Pp Lease. “Jadi ketiga orang ini mungkin merasa bertanggungjawab makanya mereka lamngsung mendatangi Polda serahkan diri. Mereka pun sadar kalau sedang dicari-cari anggota polisi sehingga mau dan tidak mau serahkan diri,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan koran ini, Salah satu dari tiga pelaku yang masuk dalam halaman Markas Polda Maluku dengan membawa bendera Front Kedaulatan Merdeka Republik Maluku Selatan, (FKM/RMS), merupakan Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol. Muhamad Roem Ohoirat ketika dikonfirmasi Berita Kota Ambon mengatakan, tiga pelaku itu masing-masing. Simon Viktor Taihuttu,warga Batu Gajah, Kecamatan Sirimau, Abner Litamahuputty, warga Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, dan Janes Pattiasina , Warga Kayu Tiga, Kecamatan Sirimau. James Pattiasina menjabat selaku Wakil Ketua RKM/RMS yang kini juga merupakan PNS di Pemprov Maluku.

“Jadi perlu saya membenarkan, kalau pelaku Janes itu adalah PNS Pemprov, kalau untuk kedua pelaku lainnya kerjanya swasta,” jelas Kabid ketika dihubungi melalui selulernya, Minggu (26/4).

Informasi yang dihimpun koran ini, Perayaan HUT FKM/RMS, Sabtu 25 April 2020, dilakukan tiga warga Maluku dengan nekat masuk halaman Markas Kepolisian Daerah Maluku sambil membentang bendera gerakan separatis FKM/RMS yang berwarna merah putih hijau dan biru, Sabtu (25/4).

Sempat memasuki halaman Mapolda Maluku, ke tiga warga Maluku tersebut, langsung dicegat dan diamankan oleh anggota piket Mapolda Maluku.

Kabid Humas Polda Maluku,dalam rilisnya kepada Wartawan, membenarkan adanya informasi tiga warga Maluku, yang ditangkap oleh Polisi lantaran memasuki halaman Mapolda Maluku dengan membawa bendara FKM/RMS.

“Jadi Sabtu 25 April 2020 pukul 15.45 Wit, tiga orang dengan membawa bendera RMS sambil berteriak ‘MENA MURIA’ dengan berjalan kaki dari arah Jembatan SKIP ke halaman Mapolda Maluku,”tuturnya.

Perwira tiga melati itu mengatakan, ketiga warga Maluku yang diamankan dihalaman Mapolda Maluku karena membawa bendara FKM/RMS, masing-masing bernama Simon Viktor Taihuttu, warga Batu Gajah, Kecamatan Sirimau,Abner Litamahuputty , warga Kudamati, Kecamatan Nusaniwe, dan Janes Pattiasina, Warga Kayu Tiga, Kecamatan Sirimau
Dari tangan tiga warga Maluku yang mengakui sebagai perwakilan pimpinan FKM/RMS di Maluku, Polisi berhasil menyita barang bukti berupa, 1 buah bendera RMS berukuran 1 x 2,5 meter, 1 buah masker penutup mulut bergambar bendera RMS dan 1 buah HP merek Nokia.

“Ketiganya ditangkap dan dilakukan pemeriksaan di Ditreskrimum Polda Maluku.Dari hasil interogasi mereka mengakui bahwa mereka saat ini adalah Pimpinan FKM RMS,
Mantan Wadir Ditreskrimsus Polda Maluku itu menuturkan, sebelum melakukan aksi nekat memasuki halaman Mapolda Maluku dengan membawa bendera FKM/RMS, tiga pimpinan FKM/RMS di Maluku itu, membuat Video beberapa hari lalu untuk mengajak masyarakat pasang bendera RMS.

“Dan hari ini mereka mendengar bahwa ada beberapa warga masyarakat yang ditangkap oleh aparat. Sebagai wujud tanggung jawab mereka kepada warga yang ditangkap, ketiganya datang ke Polda untuk menyerahkan diri,”ungkap Kabid Humas Polda Maluku. (SAD)

Comment