by

Tiga Warga Benteng Minta Ringan Hukuman

Ambon, BKA- Penasehat hukum (PH) tiga terdakwa meminta kepada majelis hakim agar memvonis ringan mereka, sebab tuntutan JPU atas ketiganya dianggap terlalu berat.

Tiga terdakwa itu masing-masing Lucas J. Pauno alias Lucas (19),Stevano Nehemia Fedik Veerman alias Man (18),Fabio Testy Latuperissa alias Fabio (21).

PH terdakwa Izack Frans, yang dikonfirmasi Beritakota Ambon mengatakan, di dalam persidangan, Senin kemarin, PH meminta agar ketiga terdakwa divonis ringan majelis hakim.

“Kita minta keringanan hukuman, sebab kita menganggap tindak pidana penganiayaan bersama itu tidak hanya dilakukan ketiganya, tapi juga dilakukan korban sendiri terhadap salah satu terdakwa,” jelasnya Izack, Senin kemarin.

Menurut dia, di dalam nota pledoi sidang lanjutan tersebut, PH meminta agar majelis hakim dapat mempertimbangkan fakta sidang dengan cermat, agar supaya dalam memutus perkara ini terlihat ada unsur keadilan.

“Kita hanya minta agar majelis hakim dapat bijak dan arif dalam memutus perkara ini, dan sebagai PH kita tetap menghormati putusan majelis hakim,” tandasnya.

Sebelumnya, JPU menuntut ketiga terdakwa ini masing-masing masing-masing, Lucas J. Pauno alias Lucas (19),Stevano Nehemia Fedik Veerman alias Man (18),Fabio Testy Latuperissa alias Fabio (21), dengan pidana penjara selama dua tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Ambon karena melakukan tindak pidana penganiayaan bersama terhadap anak dibawah umur.

Tuntutan ini dibacakan dalam sidang yang dipimpin ketua majelis hakim, Felix R. Wuisan dibantu Jenny Tulak dan Essau Yerisitouw selaku hakim anggota, sedangkan tiga terdakwa didampingi penasehat hukumnya Izack Frans, pada sidang yang berlangsung secara Online, Senin (13/7).Didalam amar tuntutan JPU, ketiganya terbukti bersalah melanggar pasal 80 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak
“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini supaya memvonis tiga terdakwa dengan penjara selama dua tahun, dipotong masa tahanan selama para terdakwa berada dalam tahanan,” ucap JPU, Augustina Isabella dalam berkas tuntutannya.

Sebelumnya JPU dalam berkas dakwaan JPU menyebut, tiga warga yang bermukim di Rt 004/Rw006 ini, naik sidang karena bersama-sama melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap korban Frelian Latuperisa alias Ian.Awalnya terjadi pada 2 Februari 2020 sekitar pukul 16.30 WIT tepatnya di pantai Santai Beach Desa Latuhalat,Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon.

Saat itu terdakwa Lucas J. Pauno alias Lucas melihat korban sedang berada di pantai Santai Beach. Dia kemudian mengajak dua rekan terdakwa bersama saksi Filep Latuputty untuk sama-sama menemui korban, karena sebelumnya korban sempat mengeluarkan kalimat kepada terdakwa ingin mengajak terdakwa Lucas berkelahi.

Sampai di TKP, terdakwa langsung menghadang korban, dengan mengatakan kalau korban yang ajak mereka berkelahi. “Ian (Korban) Ose (Kamu) yang ajak bakupukul (berkelahi) kah?. Sambil korban juga mengiakan “Iya”.

Dari situ, korban langsung lebih dulu memukul terdakwa sehingga terdakwa Lucas kembali membalas dengan memukul korban sebanyak satu kali.

Setelah itu, korban sempat berlari dan melompat di dalam air, kemudian kedua terdakwa lainnya yakni Stevano Nehemia Fedik Veerman, Fabio Testy Latuperissa mengikuti korban lalu melakukan penganiayaan bersama-sama.

Atas tindakan yang dilakukan ketiga terdakwa, korban mengalami luka berdasarkan visum dokter, luka robek dibagian kepala sebelah kanan, kepala bagian kiri mengalami bengkak, dan juga luka pada ujung jari kaki dan beberapa bagian tubuh korban mengalami luka-luka yang cukup serius. (SAD)

Comment