by

Tim Bentukan Jamaludin Tekesan Hanya Pencitraan

Terkait Calo ASN di Kemenag

Ambon, BKA- Tim investigasi internal yang dibentuk Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Maluku, untuk menindaklanjuti dugaan calo ASN pengangkatan tenaga honor Kategori II (K2) tahun 2017 dilingkup kantor itu, terkesan hanya sebuah pencitraan.

Sampai saat ini, belum ada langkah kongkrit yang dilakukan terkait dugaan kasus itu. Sehingga ancaman Kepala Kanwil Kemenag Maluku, Jamaludin Bugis, yang disampaikan melalui salah satu media online, kalau akan akan memecat oknum ASN yang diduga melakukan praktik itu, bakal tidak terbukti.

Jamaludin Bugis sendiri disinyalir telah mengetahui kasus calo yang diduga dimelibatkan dua oknum ASN lingkup Kemenag Maluku itu, yakni, SL dan RA. Karena saat dia menduduki jabatan Kabag TU Kanwil Kemenag Maluku, RA yang bertugas di Kantor Kemenag Seram Bagian Timur (SBT) sudah menerima sanksi adiminstrasi berupa penurunan pangkat dari golongan III B turun jadi II A serta penundaan atau diblock penerimaan gaji selama setahun, terhitung sejak 2019 lalu.

Namun yang janggal, SL yang mengaku turut terlibat dalam dukaan kasus itu, tidak pernah dihukum. Sehingga terkesan, pihak Kanwil Kemenag tidak berani memberikan sanksi kepadanya.

Terkait hal itu, salah satu korban praktik percaloaan dilingkup Kanwil Kemenag Maluku, Abdul Drakel, yang merupakan warga Negeri Liang, mensinyalir kalau ada keterlibatan pejabat dilingkup kantor bermoto “Iklas Beramal” Maluku yang turut menikmati hasil pungli yang dilakukan dua oknum ASN tersebut.

Dugaan Drakel itu disampaikan seiring adanya upayah untuk membungkan korban, agar tidak lagi mempersoalkan kasus itu, dengan janji akan mengangkat para korban sebagai tenaga honor dilingkup Kemenag Maluku.

Namun terhadap hal itu, Drakel tidak bergeming. Dia akan tetap memproses hukum kedua oknum calo ASN dilingkup Kanwil Kemenang Maluku itu.

Pada kasus itu, Drakel diduga ditipu Rp 90 juta sesuai kwitansi, dari biaya yang diminta Rp 100 juta sebagai jaminan agar kedua anaknya yang tengah honor diangkat sebagai ASN Kemenag, melalui jalur Honorer K2.

“Ada upaya yang dilakukan agar korban tidak memperpanjang masalah ini, dengan janji korban akan diangkat menjadi ASN. Tapi saya tidak mau, saya telah rugi. Kalau uang saya tidak dikembalikan, maka saya akan lapor secara hukum,” ungkap Drakel, Sabtu (22/8).

Sebelumnya, Kepala Biro Kepegawaian Sekretariat Jenderal Kementerian Agama (Kemenag) RI, Dr. G. Saefudin, yang dihubungi via Whatsap, mengaku, semua postingan berita terkait kasus tersebut sudah disampaikan ke Inspektorat Jenderal Kemenag RI untuk ditindallanjuti.

“Karena ada dugaan, kemungkinan keterlibatan pejabat dalam hal ini, sehingga staf maupun guru biasa, nekat melakukan hal-hal yang mencederai nama Kemenag,” pungkasnya belum lama ini. (RHM)

 

Comment