by

Tim Medis Jangan Patah Semangat

Ambon, BKA- Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Maluku, Kasrul Selang, menyemangati tim medis agar tidak patah semangat, pasca insiden pengambilan paksa jenazah Covid-19 oleh pihak keluarga di kawasan jalan Jenderal Sudirman, Kota Ambon, pekan kemarin.

“Jangan patah semangat,” kata Kasrul, di depan Kantor Gubernur Maluku, Sabtu (27/6).

Apalagi sebelum insiden itu terjadi, katanya, terlebih dulu sudah ada seorang tenaga medis yang diduga dianiaya oleh oknum yang mengaku sebagai pihak keluarga jenazah Covid-19, di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Haullussy Ambon.

“Kemarin juga, ada kita punya tim medis yang dikasari atau dianiaya oleh oknum yang mengaku keluarga Almarhum,” ungkapnya.

Tentu saja, rangkaian insiden yang dialami oleh tenaga medis tersebut, bisa saja membuat psikis mereka terganggu. “Jangan sampai tenaga medis punya psikis juga turun,” jelasnya.

Untuk itu, Kasrul yang juga menjabat sebagai Sekertaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku ini, memastikan akan ada langkah hukum terhadap oknum yang mencedarai tenaga medis yang berjuang melawan Covid-19.

“Makanya beta (saya) bisa pastikan itu bisa diproses terus,” ujarnya.

Bahkan, kata Kasrul, sudah ada satu orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease terkait insiden tersebut. “Sudah ada tersangkanya, satu orang untuk penganiayaan tenaga medis,” terangnya.

Selain itu, pihak kepolisian juga masih terus melakukan penyelidikan dan memintai keterangan dari oknum-oknum yang dicurigai. Mulai dari pengambilan jenazah maupun dugaan penganiayaan tenaga medis.

“Kepolisian sementara melakukan pekerjaannya. Meminta keterangan dari orang-orang yang dicurigai dan seterusnya. Suster yang dianiaya juga masalahnya sementara ditangani,” lanjutnya.

Untuk itu, Kasrul meminta masyarakat harus percaya dan mensuport pekerjaan yang dilakukan polisi. “Kepada masyarakat, kita percayakan kepada aparat kepolisian,” bebernya. (BKA-1)

Comment