by

Tim Teknis Akan Tinjau Longsor

Ambon, BKA- Belasan titik longsor yang terjadi akibat musim penghujan di Kota Ambon, membuat tiga rumah di kawasan Skip, kecamatan Sirimau terancam roboh. Tiga rumah ini nantinya akan ditinjau tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ambon.

Kepala BPBD Kota Ambon, Demmy Paais mengaku, tinjauan yang dilakukan tim teknis tersebut untuk nantinya menilai bantuan apa yang tepat untuk diberikan. “Itukan nanti tim teknis yang nanti nilai. Itu tim teknis dari PU,” terang Demmy, saat dihubungi koran ini, Minggu (26/7).

Menurutnya, untuk penanganan yang dilakukan saat ini masih seadanya karena penanganan lanjutan dapat dilakukan setelah adanya hasil kajian dari tim teknis. Dimana tim teknis yang akan melakukan tinjauan agar dapat mengetahui lebih pasti penanganan seperti apa yang harus dilakukan pemerintah.

Yakni untuk penanganan ringan dapat ditangani oleh Pemerintah Kota dengan biaya yang dikucurkan dari APBD. Sedangkan untuk penanganan yang membutuhkan biaya besar, Pemerintah Kota akan mengambil keputusan untuk meminta bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Nanti kan itu juga tim teknis turun nilai. Lalu seandainya itu dananya yang mana yang cepat, apakah kita bisa bangun itu dengan APBD ataukah itu nanti kita minta bantuan dari BNPB,” tuturnya.

Untuk peninjauan dari tim teknis, lanjut Demmy, hingga kini belum diketahui pihaknya karena sudah berada di PUPR. Namun pihaknya tetap melakukan koordinasi terkait penanganan tersebut. “Itu kita sudah koordinasi bersama, tapi kalau mereka turun itu saya tidak tahu,” jawabnya.

Sebelumnya, Walikota Ambon, Richard Louhenapessy menyebutkan, akan melaporkan bencana longsor yang terjadi ke BNPB ketika longsor tersebut secara teknis parah dan membutuhkan dana yang besar. Namun ketika tidak membutuhkan anggaran besar, maka dapat ditangani langsung menggunakan APBD Kota Ambon.

“Saya sudah arahkan ke kepala BPBD kalau yang kritis dan dananya itu besar kita akan lapor dan minta bantuan dari BNPB. Tapi kalau sifatnya itu perbaiki perbaiki kecil, itu nanti pemerintah kota lewat APBD bisa,” ucap Louhenapessy.

Ia mengungkapkan pihaknya akan melihat lagi secara teknis apa yang dapat dilakukan dengan titik-titik longsor tersebut. Mengingat saat lokasi titik longsor besar dan membutuhkan penanganan fisik yang juga besar pihaknya akan merencanakan relokasi bagi masyarakat yang ada di lokasi titik longsor tersebut.

Pasalnya, longsor yang secara kalkulasi teknisnya besar harus mendapat penanganan berupa pembangunan talud yang biayanya diperkirakan bisa mencapai Rp 4 miliar.

“Saya kasih contoh, misalnya di skip itu ada 3 rumah. Kita akan lihat ini setelah tim Tagana dan Satpol PP untuk bantu mereka. Dan kalau misalnya dalam kalkulasi teknisnya bisa menghabiskan 2 sampai 3 miliar, lebih baik kita pindahkan 3 keluarga ini,” tuturnya belum lama ini. (DHT)

Comment