by

Tipu Warga, Oknum ASN Kemenag Raup Ratusan Juta

Ambon, BKA- Dua oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkup Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Maluku, berinisial SL dan R A, diduga melakukan penipuan terhadap puluhan honorer Kategori dua (K2) 2017.

Kedua oknum ASN Kemenag Maluku tersebut menjanjikan pengangkatan sebagai ASN kepada puluhan korban mereka dilingkup Kemenag Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), dengan imbalan sejumlah uang, yang bila ditotalkan mencapai ratusan juta rupiah.

Dalam melancarkan aksi penipuan itu, SL bertindak sebagai pihak kedua, penghubung sekaligus pencari order. SL sendiri menetap di Kecamatan Salahutu. Sementara RA yang adalah ASN dilingkup Kemenag SBT bertindak seolah-olah mampu menjamin puluhan korban honorer K2 itu dapat diangkat menjadi ASN.

Aksi kedua ASN pada lembaga bermotto “Iklas Beramal” itu menyasar para korban yang sebagian besar berasal dari Negeri Tulehu dan Liang, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah.

Tak tanggung-tanggung, uang yang dimintakan sebagai tebusan bervariasi, mulai Rp 20 juta hingga diatas Rp 50 jutaan.

Beberapa korban yang berhasil dihubungi wartawan BeritaKota Ambon, Kamis (23/7), mengaku, awalnya mempercayai janji yang disampaikan kedua ASN dilingkup Kementerian Agama (Kemenag) Maluku itu. Sebab dalam melancarka aksinya, keduanya membuat surat pernyataan yang ditandatangani diatas meterai 6000.

Santi Ohorella, warga Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, mengaku, menyetor uang sebesar Rp 30 juta kepada SL, untuk selanjutnya disetorkan ke RA di SBT.

“Saya dimintai untuk memberikan uang sebesar itu dan saya berikan. Tetapi dalam perjalannya, nama kami tak kunjung ditetapkan sebagai ASN. Kami berikan bukan kami datang mencari-cari, tetapi mereka yang menawarkan dengan penuh keyakinan,” akui Santi.

Pasca mengetahui aksi yang dilancarkan kedua ASN Kementerian Agama itu merupkan aksi penipuan, Santi lantas mencoba untuk menghubungi SL dan RA, untuk meminta uang dikembalikan. Namun hingga kini, uangnya tidak dikembalikan.

Menurut Santi, bukan hanya dirinya yang menjadi korban. Tapi ada puluhan honorer K2 yang jadi korban. Selain di Tulehu, adapula Warga Negeri Liang, yang tertipu.

“Setahu saya, lebih dari 10 orang. Dan salah satu tetangga saya itu menyetor uang sebesar Rp 60 juta,” tambahnya.

Hal serupa juga diakui, Hj. Ani, yang juga merupakan warga Ngerei Tulehu. Dia mengatakan, ikut memberikan uang sebesar Rp 40 juta sebagai tebusan, agar anaknya bisa diangkat menjadi ASN dalam pengangkatan Honorer K2 itu.

“Mereka yang meminta uang itu sebagai tebusan. Bukan kami yang menawarkan. Dan saya serahkan langsung ke SL. Ada kwitansi yang ditandatangani bersangkutan,” katanya.

Dia mengaku, kasus penipuan ini pernah dilaporkan ke Polsek Kecamatan Salahutu. Sehingga SL membuat pernyataan, siap mengembalikan uang itu. Hanya saja, hingga saat ini belum sepenuhnya dikembalikan. “Masih ada Rp15 juta yang belum dikembalikan,” tambah Hj. Ani.

Pengakuan yang sama juga disampaikan Nema, salah satu warga yang pernah menetap di Tulehu. Dia mengaku, diiming-imingi untuk lolos pengangkatan Honorer K2.

“Saya juga setor uang cash sebesar Rp 40 Juta. Uang itu diambil langsung oleh SL dirumah saya. Ada surat pernyataan yang dibuat, termasuk kwitansinya. Sampai sekarang masih saya simpan,” akui Nema.

Lanjutnya, usai mengambil uang Rp 40 juta, SL mengaku akan menyetornya ke RA selaku pihak pertama dilingkup Kemenag SBT.

“Uang saya baru dikembali belum separuh. Dan yang bersangkutan tidak bisa saya hubungi lagi, karena sering ganti-ganti nomor,” pungkasnya.(RHM)

Comment