by

TK Australia Tunda Keberangkatan

Ambon, BKA- Akibat pandemi Covid-19 saat ini, sejumlah tenaga kerja kota Ambon yang akan dipekerjakan di negara Australia, mengalami penundaan keberangkatan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Ambon, Godlief Soplanit, kepada wartawan, Senin (6/7).
Menurut dia, saat ini tenaga kerja Australia tersebut sedang menjalani training untuk mendapatkan sertifikasi bahasa Inggris dan sudah selesai untuk tahap I.
Namun untuk tahap II, kata Soplanit, sedang ditunda akibat adanya pandemi Covid 19 di Kota Ambon. Sehingga tidak memungkinkan untuk adanya perkumpulan banyak orang dalam satu lokasi atau tempat.
“Itu ada sementara jalan. Kalau tidak Covid 19, mereka sudah berangkat itu. Kan mereka sudah ikut training IELTS (International English Language Testing System) tahap pertama, lanjutnya tahap kedua,” terangnya.
Dijelaskan, para tenaga kerja yang ada sudah dapat menyelesaikan seluruh tahapan yang ada. Karena tahap pertama selesai, akan langsung dilanjutkan dengan tahap kedua untuk kemudian mendapatkan sertifikasi. Namun dengan adanya virus yang masih mewabah ini, mengakibatkan hal tersebut tertunda.
“Sebenarnya tahap pertama itu lanjut dengan tahap kedua, langsung sertifikasi itu langsung. Tapi hitunglah demi kebaikan dan keamanan tenaga kerja yang ada,” tutur dia.
Akuinya, telah direncanakan pelatih dari Australia akan datang langsung ke Ambon untuk melatih para tenaga kerja yang ada . Agar dapat diketahui dengan pasti, mana yang dapat diberangkatkan maupun ditunda.
“Dengan pelatihan skill, yang dari Australia datang langsung. Jadi trainning di sini, tapi karena Covid-19 akhirnya ditunda,” beber dia.
Dikatakan, kuota untuk Australia sendiri terbatas sehingga harus diseleksi dengan baik dan diikuti training juga dengan baik. Untuk dapat memahami bahasa Inggris sesuai dengan skala yang ditetapkan oleh pihak Australia.
Dan untuk pelatihan bahasa tahap-2 sendiri, sambung Soplanit, akan dapat dilaksanakan dalam waktu dekat untuk menghindari tenaga kerja terlalu lama didiamkan.
“Tapi saya rasa nanti IELST selanjutnya dengan tahap kedua, karena tidak bisa lama. Masalahnya penyerapan kemampuan bahasa itu yang kalau lama nanti lupa,” tutup dia. (DHT).

Comment