by

Tolak Pemakaman Jenazah, Warga Akan Disanksi

Ambon, BKA- Pemerintah Kota Ambon menegaskan, akan memberikan sanksi tegas bagi masyarakat yang menolak proses pemakaman jenazah, terkhusus bagi jenazah yang sebelumnya dinyatakan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun yang positif Covid-19 di daerahnya.

Hal ini ditegaskan Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Ambon, Joy Adriaansz, kepada wartawan lewat rilisnya, Minggu (3/5).

Pasalnya, baru-baru ini sempat ada aksi protes dari warga terhadap pemakaman jenazah yang sebelumnya dinyatakan PDP.

Sehingga diingatkan, bagi warga yang melakukan penolakan terhadap pemakaman jenazah pada lokasi TPU akan dijerat dengan pasal berlapis.
“Ada aturan yang mengatur soal kasus pandemi tersebut yakni, pasal 212 KUHP, pasal 214 KUHP dan pasal 14 ayat 1 Undang-Undang nomor 4 tahun 1984, tentang Wabah Penyakit Menular. Yang juga berlaku terhadap pelaku penolakan pemakaman jenazah Covid-19 atau pemakaman dengan protokol Covid-19,” terang Joy.

Dikatakan, seperti yang ditegaskan para ahli kesehatan, bahwa jenazah yang dikubur secara otomatis virusnya akan mati. Sebab, inangnya sudah mati. “Virus tidak akan bertahan lama dan justru cepat mati pada tubuh yang sudah meninggal,” bebernya.

Menurutnya, penolakan terhadap pemakaman jenazah tidak perlu dilakukan. Dikarenakan, pengurusan jenazah Covid-19, sudah melalui prosedur khusus dan teliti oleh pihak rumah sakit.

“Jenazah dibungkus dalam kantong jenazah yang sangat rapat, lalu dimasukkan ke dalam peti yang tertutup rapat. Dan setiap tahapannya, sampai dengan pemakaman disemprot dengan disinfektan,” ujarnya.

Selain itu, tambah Joy, petugas pemakaman yang bertanggung jawab adalah para petugas yang sudah dilatih secara khusus untuk melakukan prosedur pemakaman jenazah Covid-19 dengan benar dan aman. Yakni menggunakan alat pelindung diri (APD) yang lengkap saat melakukan proses pemakaman.

“Dan yang paling penting harus diketahui masyarakat adalah, virus Corona tidak akan bertahan lama diluar tubuh manusia. Bahkan virus ini akan segera mati begitu jenazah dimakamkan,” pungkasnya.

Dengan menjunjung tinggi azas kemanusiaan, sebutnya, menolak pemakaman jenazah adalah suatu hal yang bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan. Dan pastinya bukan merupakan solusi dalam mencegah penularan virus. (DHT)

Comment