by

TP PKK Buru Maksimalkan Bansos

Ambon, BKA- Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Buru, masih fokus terhadap program bantuan sosial (bansos). Program ini telah berjalan sejak pertengahan 2020, dan masih tetap berlanjut akibat pandemi Covid-19 belum berakhir.

Ketua TP PKK Kabupaten Buru, Sukmawati R. Umasugi mengatakan, program PKK di tahun 2020 lebih didominasi kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Kita fokuskan banyak ke kegiatan sosial karena pandemi. Beberapa bulan lalu PKK kerja dengan pemerintah daerah, dalam hal ini Pak Bupati. Tanggal 17 Agustus 2020 setelah melaksanakan upacara bendera, kami bersama-sama melaksanakan pembagian masker gratis kepada seluruh masyarakat yang ada di kota Namlea sampai di pasar-pasar,” ujarnya Sukmawati, kepada koran ini, Selasa (12/1).

Selain pembagian masker, lanjut dia, PKK telah melaksanakan sosialisasi cara pemakaian masker terhadap masyarakat di kabupaten yang berjuluk Rete Mena Bara Sehe itu.

“Kemudian dalam mengatasi pandemi Covid beta melaksanakan kegiatan sosialisasi pemakaian masker secara benar. Sosialisasi ini memang sudah di instruksi langsung dari pusat, sehingga patut kami di daerah melaksanakan itu. Di daerah masing-masing. Jadi saya bersama anggota PKK yang lainnya dan juga para mustika kecamatan, kemudian para Dandim, semua terlibat bersama-sama dengan PKK dalam melaksanakan kegiatan sosialisasi cara pemakaian masker secara benar,” ungkapnya.

Selain itu, dalam menyosong peringatan Hari Ibu 2020 PKK Kabupaten Buru melakukan berbagai kegitan bakti sosial pengobatan gratis kepada masyarakat di Kecamatan Air Buaya, itu termasuk untuk kegiatan dalam rangka pandemi Covid-19 yang terjadi.

“Bakti sosial itu kita laksanakan di Kecamatan Air Buaya. Kenapa di Air Buaya, karena itu salah satu kecamatan yang rawan covid dan dalam lingkaran merah. Sehingga kegiatan sosial yang kita laksanakan berupa pengobatan gratis, terus pemasangan implan kepada masyarakat disitu, khsusu bagi ibu-ibu,” paparnya.

Selain pengobatan gratis, Sukmawati menambahkan, ada kegiatan sosialisasi kekerasan terhadap perempuan dan anak di kecamatan Namlea, yang merupakan kecamatan dengan angka kasus terbanyak.

“Itu kita laksanakan di Kecamatan Namlea yaitu di Desa Jamilu. Karena tingkat kerawanan kekerasan terhadap perempuan dan anak itu sangat tinggi di Kecamatan Namlea. Sehingga kegiatan itu dilaksanakan disitu. Kemudian ada bantuan-bantuan sosial berupa sembako yang kami berikan juga dalam kegiatan menyongsong Hari Ibu kemarin, yaitu kita laksanakan pada satu titik yaitu Sekolah Luar Biasa di Marloso,” pungkasnya. (MSR)

Comment