by

Tracking Pasien 011 Bertambah 163 Orang

Ambon, BKA- Penelusuran (tracking) terhadap pasien yang terdampak Covid-19, terus dilakukan Dinas Kesehatan (Dinskes) Kota Ambon. Hasil tracking terhadap pasien 011 yang sebelumnya mencapai 103 orang, kini bertambah menjadi 163 orang.

Kepala Dinkes Kota Ambon, Wendy Pelupessy mengatakan, proses tracking dari pasien 011 terus dilakukan oleh pihaknya. Yakni menelusuri siapa saja orang yang pernah melakukan kontak fisik dengan pasien 011 yang terkonfirmasi Covid-19. Dan dari hasil tracking pasien 011 per tanggal 27 April 2020, telah mencapai 163 orang.

“Hasil tracking dari pasien 02 sampai 011 itu kan totalnya 522 orang. Dan hasil tracking pasien 011 itu sebelumnya 103 orang, tetapi data terbaru hari ini (kemarin) sudah mencapai 163 orang,” ungkap Wendy, ketika dihubungi koran ini, Senin (27/4).

Ia mengaku, dari hasil tracking tersebut pihaknya telah melakukan rapid test, sehingga ada 18 orang yang diusulkan untuk dilakukan swab ke pusat.
“Jadi statusnya ada yang sementara untuk di swab. Yang kita usulkan untuk swab itu 18 dari hasil rapid test. Karena hasilnya positif sesuai rapid, makanya kita usulkan untuk swab. Dan kita sementara tetap lakukan tracking, kalau kedapatan positif maka kita usulkan swab lewat pemerintah provinsi,” terangnya.

Selain swab, sebut Wendy, pihaknya juga akan melakukan pemantauan terhadap hasil tracking yang dilakukan. Dengan fokus pada satu wilayah yang lebih banyak terjangkit oleh pasien 011.

“Kita akan ambil kalau di suatu wilayah yang hasil rapid test positif, dan kita fokus pada satu wilayah itu maka kita akan lakukan rapid random sampling pada daerah situ. Khusus daerah itu, dimana daerah yang terjadi kasus 011,” ujar Wendy.

Dijelaskan, sesuai hasul koordinasi dengan pihak rumah sakit dan Gugus Tugas Covid-19 Kota Ambon, seluruh pasien mulai membaik.
“Info terakhir, pasien dalam kondisi membaik. Ada yang masuk tanpa gejala juga dirawat. Tapi yang jelas, kondisi mereka mulai membaik,” bebernya.

Disinggung soal APD, Ia menambahkan, alat pelindung diri (APD) yang dimiliki Pemerintah Kota Ambon saat ini mencukupi untuk para petugas Puskesmas maupun pelayanan. Karena APD milik Pemkot telah dianggarkan dari APBD, dan sebagian juga disumbangkan dari Pemerintah Pusat dan sejumlah pihak lainnya.

“APD kita cukup karena ada penambahan yang dibeli dengan APBD. Kemudian bantuan dari Pemerintah Pusat dan terakhir itu dari BNPB. Bantuan APD sebagian besar itu berupa baju azmat,” tutupnya. (UPE)

Comment