by

Trayek Angkot Terbatas Diberlakukan Shift

Ambon, BKA- Trayek angkutan kota (angkot) yang jumlahnya terbatas akan diberlakukan shift (kerja bergilir) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ambon. Sebab, banyak trayek angkot terbatas yang tidak dapat diberlakukan sistim ganjil genap, sehingga akan diberlakukan sistim shift.

“Seperti trayek Gunung Nona, Latuhalat dan beberapa desa memiliki jumlah angkot yang terbatas dalam menerapkan sistem ganjil-genap,” tutur, Plt Dishub Kota Ambon, Robby Sapulette saat dikonfirmasi koran ini, Sabtu (13/6).

Dikatakan, dengan diberlakukannya sistem ganjil genap, angkot yang jumlah trayeknya terbatas akan kesulitan terutama untuk masyarakat yang hendak bepergia. Sehingga angkot terbatas tidak akan diberlakukan sistem ganjil genap, melainkan pemberlakuan shift.

“Maka kita bagi menjadi sistem shift-shiftan. Kendaraan terbagi secara merata, sehingga masyarakat terlayani. Mereka bisa beroperasi untuk hari ganjil maupun genap, jadi tidak mengacu pada pelat nomor,” akuinya.

Menurut Sapulette, trayek daerah perbukitan yang jumlah trayek terbatas, pihaknya memberlakukan operasi sistem shift dengan menempel stiker A dan B.

“Misalnya trayek Gunung Nona, terjadi selisih antara nomor pelat ganjil genap cukup signifikan, tidak berimbang. Kita lakukan shift A dan B supaya mereka terbagi merata. Supaya jangan sampai hari tertentu angkutan banyak atau sedikit,” tambahnya.

Hal tersebut, sambung dia, untuk membantu masyarakat yang tinggal di kawasan pegunungan yang berpegian. Sehingga tidak kesulitan memperoleh angkutan.

Tak hanya itu, dilakukan sistem shift juga akan menyamaratakan sistim yang diberlakukan oleh pihaknya bagi semua angkutan yang ada. Agar tidak ada kecemburuan dari angkutan satu terhadap angkutan lainnya.

“Kita bagi mereka dalam dua shift. Supaya tidak Ada kecemburuan antara satu dengan yang lain,” tutupnya. (DHT)

Comment