by

Umat Budha Rayakan Waisak di Rumah

Ambon, BKA- Patuh terhadap anjuran Pemerintah Daerah guna memutus mata rantai pandemi Covid-19, umat Buddha di Maluku merayakan Hari Raya Waisak di rumah masing-masing.

Momentum kebaktian atau ritual dalam bentuk perayaan Waisak 2564 BE/2020 kali ini, tidak dirayakan di Vihara Svarna Giri Tirta, yang terletak di kawasan Gunung Nona, Kecamatan Nusaniwe, Ambon seperti tahun-tahun sebelumnya. Melainkan di rumah masing-masing akibat merebaknya wabah Corona di Maluku.

Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Provinsi Maluku, Wilhelmus Jauwerissa mengatakan, perayaan Waisak di Kota Ambon dan sekitarnya ditiadakan. Yakni sesuai arahan dari Pemerintah Provinsi Maluku, untuk melakukan perayaan hari raya Waisak bagi umat umat Buddha di rumah masing-masing.

“Waisak adalah hari yang sangat agung bagi umat Bhudda. Sedangkan Covid 19 adalah masalah kemanusiaan. Kita dipastikan, semua umat merayakan hari perayaan Waisak di rumah,” ungkap Wilhelmus kepada koran ini, Kamis (7/5).

Dia menuturkan, sebagai warga negara yang baik, terutama untuk menjaga hubungan toleransi antara umat beragama di kota Ambon, sudah seharuanya mengikuti himbauan pemerintah daerah, demi kebaikan bersama.

“Kita harus tunduk atas himbauan pemerintah. Demi kemanusiaan kita ikuti semua aturan yang ada, termasuk aktivitas kebaktian atau ritual di tiadakan demi memutus rantai Covid-19,” imbuhnya.

Ia mengaku, tradisi perayaan Waisak tidak dilakukan seperti tahun-tahun sebelumnya. Sebagai bentuk untuk menghormati aturan yang telah diterapkan pemerintah. “Harapannya, dengan menjalankan disiplin bersama, mata rantai covid 19 bisa terputus,” pinta dia.

Disebutkan, tema perayaan Waisak tahun ini adalah “Manfaat Momentum Waisak Untuk Memajukan Kesadaran Budha Dharma dan Pencerahan Serta Mengembangkan Kebijaksanaan”.

Dan lewat tema ini, seluruh umat Buddha juga dituntut mematuhi himbauan pemerintah, untuk tidak mengadakan kegiatan sosial kemasyarakatan. Yang menyebabkan berkumpulnya massa dalam jumlah banyak, baik di tempat umum maupun lingkungan sendiri.

“Pada intinya perayaam Waisak ditiadakan, dan sekali lagi sesuai arahan Pemerintah semua berdoa di rumah masing-masing,” pesan Jauwerissa.

Pantauan koran ini, situasi Vihara Svarna Giri Tirta tampak sepi pasca himbauan kegiatan perayaan Waisak tahun ini ditiadakan. Sejak pukul 08.00 hingga sore hari, tidak terlihat aktivitas apapun di Vihara tersebut. Dimana seluruh perayaan telah di fokuskan di rumah masing-masing. (SAD)

Comment