by

Upacara HUT Ke-75 RI Dilakukan Secara Sederhana, Tanpa Kurangi Makna

Ditengah Pandemi Covid-19

Ambon, BKA- Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia (RI) yang dilakukan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku di Lapangan Merdeka Ambon, digelar secara sederhana, Senin (17/8).

Hal itu tidak terlepas dari kondisi bangsa Indonesia, termasuk Maluku, yang saat ini dilanda wabah Covid-19. Sehingga upacara itu harus dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Memang tidak seperti biasanya, upacara yang mulai digelar sekitar pukul 10.00 WIT itu hanya dihadiri hanya oleh peserta yang telah ditentukan. Atau pesertamya dibatasi.

Selain itu, seluruh peserta yang hadir diharuskan untuk memakai masker, serta harus menjaga jarak. Hal itu dilakukan untuk meminimalisir resiko penularan virus corona.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, bertindak sebagai inspektur upacara. Sedangkan Letkol Inf. Davis Sutrisno Sirait yang merupakan Komandan Batalyon Infantri (Danyonif) 733/Raider Kodam XVI/Pattimura bertindak sebagai komandan upacara. Serta Ketua DPRD Maluku Lucky Wattimury sebagai pembaca naskah Proklamasi.

Walau dilakukan secara sederhana, namun pelaksanaan upacara itu tidak mengurangi makna dan semangat peringatan HUT Proklamasi RI.
Bendera Merah-Putih berhasil dikibarkan oleh tiga orang penggerak bendera yang merupakan siswa-siswi SMA di Kota Ambon, diiringi lagu Indonesia Raya.

Gubernur Maluku, Murad Ismail, usai upacara, mengatakan, memang upacara 17 Agustus tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Yang jelas, saya juga merasakan sekali akan perbedaan dalam perayaan kali ini. Tidak gembira seperti tahun sebelumnya. Sebab semua dilakukan berdasarkan protokol kesehatan, dan sangat terbatas,” ungkap Murad.

Hal itu setimpal dikatakan Ketua DPRD Maluku, Lucky Wattimury. Kata dia, walau dilaksanakan secara sederhana, tetapi tidak hilangkan nilai-nilai nasionalis dalam pelaksanaannya.

Untuk itu, dia meminta seluruh masyarakat Maluku agar selalu setia dan taat terhadap protokol kesehatan. Sehingga pandemi Covid-19 ini secepatnya hilang dari Maluku.

“Intinya, kepada masyarakat, mari kita bantu pemerintah dalam membasmi Covid-19, agar kita bisa hidup dengan normal seperti sedia kala,” tandas Wattimury.
(BKA-1)

Comment