by

Urimessing Jadi Percontohan Solidaritas Antaragama

Ambon, BKA- Kelurahan Urimessing, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, menjadi salah satu kelurahan percontohan cara hidup warganya yang saling menghargai antaragama. Untuk kelurahan ini sendiri tercatat ada dua komunitas agama yang hidup berdampingan yaitu kristen dan muslim. Namun adanya perbedaan tidak membuat warga disini sering berseteru. Belajar dari perpecahan yang pernah terjadi dan memakan korban, membuat warga disini bertekad untuk menjaga kedamaian. Cheril Tuasun selaku lurah Urimessing mengakui bahwa selalu ada komunikasi yang baik antar warganya.

“Di kelurahan kami ini semua warga hidup layaknya orang basudara. Meski disini ada dua komunitas agama, tapi tidak pernah terdengar kabar adanya pertikaian maupun perseteruan. Bahkan warga disini selalu saling membantu jika ada kegiatan seperti bersih lingkungan dan lain-lain. Jadi sejak pecahnya kerusuhan beberapa tahun silam yang memakan banyak sekali korban, maka saya berkomitmen bersama warga untuk mari bersama menjaga keutuhan kedamaian yang sudah ada,” pungkas Cheril Tuasun lurah Urimessing.

Tuasun juga menyampaikan bahwa jika ada permasalahan dilapangan maka akan segera diselesaikan. Adanya babinsa yang ditugaskan, diakuinya sangat membantu menjaga keamanan. Ia juga mengakui selalu melibatkan semua warga jika ada kegiatan yang ingin dilaksanakan. Pendekatan langsung dengan warga diyakini Cheril dapat membangun komunikasi yang baik.

“Saya selalu berusaha adil dalam melayani warga saya, semua warga selalu saya libatkan jika ada kegiatan yang dilaksanakan. Jika ada laporan masalah maka kami berusaha untuk segera diselesaikan secara kekeluargaan. Adanya babinsa dan RT sangat membantu dalam menangani setiap permasalahan yang terjadi dilapangan. Saya sendiri selalu melakukan pendekatan dengan warga dalam menghimbau warga agar tetap menjaga kedamaian dan kebersihan lingkungan,” tambahnya.

Tuasun juga menambahkan bahwa selalu ada gagasan untuk membuat kegiatan yang semakin memperat tali persaudaraan. Misalnya pada HUT Kota ada rencana untuk membuat makan patita yang melibatkan semua warganya. Namun adanya pandemi sehingga acara tersebut harus ditunda. “Jadi saya selalu berusaha agar bagaimana selalu ada kegiatan yang membuat warga semakin dekat. Misalnya kami berencana mengadakan makan patita disepanjang jalan kelurahan ini dalam rangka memperingati HUT Kota Ambon. Namun dengan adanya protokoler kesehatan yang mengharuskan kita menunda rencana tersebut,” tutupnya. (MG-1)

Comment