by

UT Bursel Gencarkan Sosialisasi Penerimaan Maru

Ambon, BKA- Universitas Terbuka (UT) Ambon di Kabupaten Buru Selatan (Bursel) terus gencarkan sosialisasi penerimaan Mahasiswa Baru (Maru) tahun akademik 2020/2021.

Proses sosialisasi yang dilakukan, menurut Ketua Kelompok Belajar (Pokjar) UT Bursel, Said Sabi, terus disesuai dengan kondisi saat ini. Karena proses penerimaan Maru kali ini, berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Jadi kita di Bursel merekrut mahasiswa baru itu sesuai tema khusus yang berkaitan dengan kondisi saat ini. Yakni, memanfaatkan media online, pemasangan baleho di tempat-tempat strategi supaya bisa di lihat oleh masyarakat. Kita juga melakukan sosialisasi dan promosi itu dari rumah ke rumah, dengan tatap menjaga sosial distancing,” ujar Sabi, Senin (20/7)

Ia mengatakan, maksud dari upaya melakukan sosialisasi itu bukan hanya untuk menarik minat calon mahasiswa. Tapi juga sebagai bentuk memperkenalkan kampus terbuka itu kepada masyarakat, bahwa selain kampus lain di Maluku, khususnya Bursel, UT juga dapat menjamin akan kualitas dan mutu pendidikan dari mahasiswanya.

“Ini yang mau kita sosialisasikan, biar masyarakat tahu, bahwa UT ini Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang terakreditasi B. Bahkan program studinya itu rata-rata akreditasi paling minimal itu B, dan sisanya itu A. Itu berarti kita menjamin adanya kualitas jika kuliah di UT,” paparnya.

Tidak hanya itu, lanjut Sabi, kampus ini juga menerapkan sistem belajar jarak jauh dan terbuka. Jarak jauh artinya, pembelajaran tidak dilakukan secara tatap muka, melainkan menggunakan media, baik media cetak (modul) maupun non-cetak (audio/video, komputer/internet, siaran radio dan televisi).

Sementara terbuka, artinya, tidak ada pembatasan usia, tahun ijazah, masa belajar, waktu registrasi, dan frekuensi mengikuti ujian. Batasan yang ada hanyalah bahwa setiap mahasiswa UT harus sudah menamatkan jenjang pendidikan menengah atas (SMA atau yang sederajat).

“Namanya juga kampus terbuka. Jadi, harus terbuka kepada sipa saja. Yang terpenting, sudah lulus tingkat SMA atau sederajat. Meskipun jarak jauh dan terbuka, tapi ada karakteristik sendiri dari UT, karena akan menuntut mahasiswa untuk mandiri dan proaktif dalam menempuh studi, memiliki kedisiplinan untuk mengatur waktu belajar, membuat prioritas, mempelajari bahan ajar, mengatasi permasalahan dan kesulitan belajar secara cepat dan mandiri.

Untuk hal tersebut, kata Sabi, pihak kampus telah menyediakan berbagai sumber bagi mahasiswa, seperti bahan ajar cetak, bahan ajar online, bahan ajar non cetak. Yang didesain untuk belajar mandiri. Katanya, proses belajar mahasiswa di kampus tersebut, juga difasilitasi dengan berbagai jenis bantuan belajar, seperti Tutorial Tatap Muka (TTM), Tutorial Online (Tuton), dan Latihan Mandiri (LM), serta layanan administrasi akademik seperti registrasi, pembayaran uang kuliah, pencetakan kartu peserta ujian, serta ujian akhir semester (UAS).

“Ini yang perlu kita sampaikan, lewat berbagai upaya sosialisasi. Supaya masyarakat juga tauh. kita upayakan, agar UT juga bisa diterima dikalangan masyarakat, sebagai kampus yang dapat membantu. Sebab, selain sistem belajar jarak jauh, terbuka kepada siapa saja. Kita buka pendaftaran satu tahun dua kali. Jadi bisa daftar kapan saja. Semoga lewat upaya yang kita lakukan, UT terus berkembang di Kabupaten Bursel,” pungkasnya. (LAM)

Comment