by

Wabah Corona Berdampak Pada UMKM

Ambon, BKA- Status tanggap darurat yang diterapkan di beberapa wilayah akibat pandemi Covid-19 termasuk Kota Ambon, membuat para pekerja di sektoral Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang usahanya mengalami kemunduran atau beralih ke usaha lain.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Ambon, Marthen Keiluhu, di Balai Kota, Rabu (29/4).

Menurutnya, UMKM yang ada di Kota Ambon saat ini tidak bisa berjalan dengan baik karena dibatasi akibat wabah virus corona, dan masih ada sampai saat ini.

Bahkan ada usaha yang dialihkan dari jenis usaha tertentu, ke jenis usaha lainnya akibat kurang leluasa serta menurunya permintaan dari konsumen.
“Usaha yang tidak berjalan pada saat corona terjadi, ada banyak pengusaha yang pindah usahanya. Orang yang usaha rumah makan harus online, karena tidak bisa kumpul-kumpul. Ada banyak pengusaha yang tidak bisa melanjutkan usahanya,” jelas Keiluhu.

Untuk UMKM yang ada di Kota Ambon, sebutnya, saat ini memang masih tetap berjalan dengan baik tapi tidak maksimal. Karena aktivitas dari masyarakat yang terus berkurang.

Dengan begitu, virus corona sangat berdampak bagi pendapatan maupun jalannya usaha di Kota Ambon. Sehingga para pemilik usaha yang ada saat ini, lebih memilih untuk mencari sesuatu yang kreatif dalam menjual hasil usahanya.

Namun, untuk mengatasi hal-hal tersebut Pemerintah Pusat (Pempus) telah menyediakan sejumlah kebijakan agar persoalan tersebut tidak membebani masyarakat dan mempermudah masyarakat.

Diantaranya relaksasi kredit, ada penundaan KUR, kemudahan pembebasan kredit-kredit, penghapusan pajak dan perluasan bantuan sosial dan lain-lain. Kebijakan tersebut diperuntukan bagi usaha keluarga-keluarga bukan usaha orang per orang.

“Karena itu untuk bertahan di tengah mewabahnya pandemi Covid 19, harus diperlukan kreativitas dari pengusaha,” tambahnya.

Ia berharap, dengan adanya keringanan dari pemerintah, pengusaha yang ada dapat memanfaatkan dengan baik agar usahanya dapat terus berjalan dan tidak berhenti akibat virus corona. Dan untuk diketahui, pihaknya hanya menangani usaha mikro di Kota Ambon sebanyak 14.654. (DHT)

Comment