by

Wagub Sulsel Kunjungi Kebun Pertanian Kopi Desa Bentenge

Makassar, BKA- Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman mengunjungi Desa Bentenge, Kecamatan Mallawa, Kabupaten Maros.
Disana, Wagub Sulsel diterima oleh Kepala Desa Bentenge dan Kepala Resort Mallawa Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Andi Subhan.

Sekedar diketahui, Desa Bentenge terletak di ketinggian 709 Mdpl. Sekitar 11 Km dari jalan poros Maros-Bone. Di kecamatan Mallawa dengan jumlah penduduk sekitar 1.000 jiwa.

Desa ini memiliki potensi pertanian yang sangat produktif. Salah satunya, kopi. Pengembangan kopi sangat berpotensi di wilayah Desa Bentenge.

Masyarakat desa itu pun telah menanam kopi hingga 20 tahun. Wilayahnya termasuk berbatasan hutan konservasi Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung.

Dalam produksi hasil pertanian kopi masyarakat, didampingi oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kepala Resort Mallawa Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, Andi Subhan menyampaikan, bahwa Balai Taman Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan pendampingan pengelolaan kopi kepada kelompok tani hutan.

“Serta membantu lahan kepada Kelompok seluas 119 hektare,” ujar Subhan.

“Kopi yang akan di kembangkan ada 3 jenis, yaitu Arabica, Robusta, dan Gember,” sambungnya.

Dalam program pendampingan kepada petani kopi, membantu dalam peningkatan ekonomi masyarakat.

Lanjut Subhan, bahwa Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan mengevaluasi progres pertanian kopi masyarakat. Untuk bantuan penambahan lahan nantinya.

“Wilayah ini sangat cocok untuk segala macam tanaman, jika masyarakat menjaga dengan baik lahan hutan dengan produktif. Maka Kementerian lingkungan hidup dan Kehutanan akan memperluas lahan,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Wagub Sulsel pun turun langsung melihat kebun pertanian kopi di Desa itu.

Ia pun mengarahkan kepada masyarakat jika pentingnya menjaga kualitas kopi.

“Kita mau kopi yang berkualitas. Menjaga kualitas kopi sangat penting, sebaiknya kopi yang dikemas masih merah dan segar. Sehingga rasa bisa dipercaya,” imbuhnya.

Dirinya berharap, lahan yang dikelola masyarakat bisa lebih luas. Serta agar pengembangan kopi ini bisa mengurangi kesenjangan antar masyarakat. Ia pun mengingatkan menjaga kawasan hutan di sekitar.

“Masyarakat harus menjaga lahan yang di kelola, tidak merusak hutan. Jika masyarakat merusak hutan, dampaknya bisa terjadi bencana alam,” lanjutnya.

“Bersama-sama bertani, kerja sama, kelompok tani mengelola sangat baik, dan membangun kesepakatan bersama, jika berdikari ada negatifnya,” tambahnya.

Setelah melihat kebun kopi yang dikelola masyarakat, pria yang akrab disapa Wagub Andalan ini berencana akan memberikan bantuan bibit kopi berkualitas. Serta bibit durian untuk dikembangkan masyarakat. (int)

Comment