by

Walau Diprotes, PJJ Diupayakan Tetap Stabil

Ambon, BKA- Wakil Kepala SD Muhammadiyah Ambon, Marni Wagola, mengatakan, meskipun terus mendapat protes dari orangtua, namun pihaknya akan terus berupaya agar proses Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di tahun ajaran 2020/2021 dapat berjalan dengan stabil.

Memang ungkap Wagola, sejak PJJ dilakukan jelang akhir tahun ajaran 2019/2020, orangtua selalu memprotes teknis pembelajaran yang dilakukan.

Orangtua merasa keberatan dengan teknis PJJ yang dilakukan, baik berupa materi pelajaran maupun tugas yang dikerjakan oleh siswa.

“Dengan mendapat banyak protes dari orangtua, sebenarnya membuat kita dilema. Karena teknis PJJ pada akhir tahun ajaran itu, siswa harus selalu mengirim foto atau video kepada guru. Tapi orangtua justru protes itu.

Mereka merasa keberatan, karena akibat mengirim foto dan video setiap hari, membuat HP menjadi error. Dilain segi, kita dituntut dari sekolah untuk punya dokumentasi setiap belajar. Dan itu sudah menjadi aturan dari dinas, sehingga sekolah tinggal jalankan saja. Jadi kita serba salah. Tapi itu sudah jadi konsekuensi, sehingga tetap kami upayakan agar pembalajaran tetap stabil,” tandas Wagola, Sabtu (25/7).

Tidak hanya itu, kata Wagola, para orangtua juga sering mengeluh dengan pembelajaran Daring yang dilakukan itu, karena setiap hari secara rutin harus mengeluarkan biaya pulsa atau pulsa data untuk belajar.

Sebagai orangtua di sekolah, Wagola pun turut merasakan apa yang dirasakan oleh orangtua di rumah. Namun menurutnya, ditengah Covid-19 ini, hanya pembelajaran Daring yang bisa dilakukan.

Untuk itu, dia berharap, ada pengertian maupun kerja sama yang baik dari orangtua, demi kebaikan anak-anak. “Jadi banyak keluhan. Tapi kita akan terus jalan sesuai apa yang kita inginkan. Pokoknya, mau lebih dan kurang, itu tergantung partisipasi dari orangtua. Karena tanpa partisipasi orangtua, kita tidak bisa berjalan. Sebab yang mendampingi anak di rumah itu adalah orangtua,” pungkas Wagola. (LAM)

Comment