by

Walikota : Acuh Dengan Aturan, PSBB Mungkin Diperpanjang

Ambon, BKA- Masyarakat harus selalu mematuhi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) selama 14 hari yang diberlakukan Pemerintah Kota Ambon. Namun jika disikapi dengan acuh tak acuh, PSBB kemungkinan diperpanjang.

Hal ini ditegaskan oleh Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, saat memberikan sambutan pada kegiatan penyerahan bantuan dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, di Balai Kota, Kamis (25/6).

Dituturkan, masyarakat harus mendukung pemerintah dengan disiplin terhadap aturan yang telah dibuat, sehingga PSBB dapat maksimal dan tidak lagi diperpanjang.

“Kalau misalnya masyarakat acuh tak acuh walaupun telah dilaksanakan oleh pemerintah secara maksimal, mungkin saja ini (PSBB) bisa di perpanjang lagi. Dalam rangka mengendalikan tingkat perjangkitan dari virus ini kepada masyarakat,” terang dia.

Politisi Golkar ini menilai, pelaksanaan PSBB di Kota Ambon saat ini, karena Ambon telah masuk dalam zona merah penyebaran covid 19. Sehingga harus ada upaya dari pemerintah dalam mengurangi angka kasus positif Covid 19 yang ada di Kota Ambon.

Dan PSBB sendiri diharapkan, dapat menurunkan angka kasus positif covid 19 di Kota Ambon karena adanya pembatasan pergerakan orang. Namun hal tersebut dapat tercapai, saat masyarakat dapat konsisten maupun disiplin dan menerapkan apa yang telah diberlakukan pemerintah demi kebaikan bersama.

“Kita sementara melaksanakan PSBB dalam upaya memotong rantai penyebaran covid. Dan kita harap, dalam 2 minggu ini kalau kita bisa disiplin secara baik maka bisa tercapai,” pesannya.

Sebab, lanjut dia, Covid 19 diperkirakan menyebar secara cepat karena adanya pergerakan orang yang tak dapat dibendung. “Karena virus ini bertambah akibat pergerakan orang. Jadi kalau orang itu tinggal di rumah peluang untuk tidak terjadi perjangkitan itu,” tambahnya.

Dengan begitu, PSBB akan dilaksanakan secara maksimal sehingga dapat memberikan dampak yang besar terhadap Kota Ambon. Untuk dapat mengembalikan aktivitas masyarakat secara normal kembali saat angka kasus positif yang ada mulai berkurang.

“Salah satu upaya dari pemerintah itu untuk memutuskan perjangkitan, itu dengan membatasi pergerakan masyarakat,” pungkas Louhenapessy. (DHT)

Comment