by

Walikota Didesak Perbaiki TPU Hunuth

Ambon BKA- Juru Bicara (Jubir) DPP Hena Hetu, Rauf Pelu mendesak Walikota Ambon, Richard Louhenapessy untuk segera memperbaiki lokasi Tempat Pemakaman Umum (TPU) Hunuth, Kecamatan Baguala. Pasalnya, TPU yang digunakan untuk pemakaman pasien Covid-19 ini tidak tertata dengan baik.

Selain itu, lahan TPU ini sering terjadi longsor saat terjadi hujan. Dan sebagian tanah sering menutupi pinggiran jalan utama dari Kecamatan Leihitu menuju Kota Ambon itu. Sehingga mengancam keselamatan pengguna jalan saat musim hujan.

Rauf mengaku, meski lahan tersebut merupakan wilayah administratif Kota Ambon, namun masih menjadi ulayat Negeri Hitu, Kecamatan Leihitu, Kabupaten Maluku Tengah. Dan harus segera diperbaiki oleh Pemerintah Kota Ambon.

“Harusnya pak Walikota menyuruh dinas terkait melihat dari sisi amdal dan harusnya septik. Itu jalan lintas utama dari Leihitu menuju Ambon. Harus dibuat talud, agar tidak longsor dan menutup jalan. Lama-lama, jenazah pasien Covid-19 bisa keluar dari tanah karena longsor,” ungkap Rauf, ketika menghubungi koran ini, Selasa (12/5).

Diakuinya, jika persoalan ini didiamkan maka Walikota Ambon melanggar undang-undang terkait pencemaran lingkungan dan mengganggu ketertiban. Sebab, lahan yang berlokasi di tebing ini baru digusur dan dijadikan sebagai TPU pasien Covid-19.

Bahkan tidak ada penataan yang baik oleh Pemerintah, salah satunya tidak ada talud yang dibangun untuk penahan longsor. Sementara yang terjadi belakangan ini, warga sering kesulitan saat melintas jalan tersebut ketika hujan.

“Ini jalan utama masyarakat Leihitu menuju Kota Ambon dan sebaliknya, jadi jangan asal-asalan. Kawasan TPU ini harus ditata dengan baik. Kalau sudah digusur untuk lokasi pemakaman, harusnya dibangun talud agar tidak longsor saat hujan. Tapi belakangan ini kan banyak warga yang mengeluh karena sering longsor dan menutup sebagian jalan. Dan ini mengancam keselamatan,” tegasnya.

Menurut dia, jika Pemerintah Kota tidak segera memperbaiki lokasi TPU Hunuth, maka ketika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pihaknya akan menuntut Pemerintah Kota untuk bertanggung jawab.

“Kalau talud tidak dibangun dan hujan terus menerus sampai longsor, bisa-bisa mayat yang ada ikut terbawa. Baiknya harus diperbaiki dengan membanngun talud penahan agar tidak longsor saat hujan. Tapi kalau terus dibiarkan seperti ini dan terjadi hal yang tidak diinginkan, Hena Hetu siap pidanakan pak walikota. Karena melanggar undang-undang pencemaran lingkungan dan mengganggu stabilitas. Harap segera diperbaiki,” pesan Rauf. (UPE)

Comment