by

Walikota Himbau Tidak Khawatir Zona Merah

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, meminta warga agar tidak khwatir dengan kondisi Kota Ambon yang kembali berada pada zona merah (tinggi) penyebaran Covid-19.

Sebab kali ini, katanya, Kota Ambon ditetapkan sebagai Zona merah, bukan karena terjadi peningkatan angka pasien terkonfirmasi positif Covid-19.

Kali ini, ungkap Louhenapessy, Kota Ambon masuk zona merah karena tingginya angka kematian. “Kita kembali ke zona merah, bukan karena peningkatan kasus penyebaran Covid-19. Namun karena tingginya angka kematian,” sebut Walikota Ambon dua periode itu, Senin (22/2).

Terkait maalah tersebut, ujar Louhenapessy, Pemkot Ambon akan berupaya untuk memaksimalkan peran semua pihak, termasuk perangkat pemerintahan paling bawah, yakni, RW dan RT untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, terutama meminimalisir tingkat kematian pasien akibat terpapar virus corona.

“Ke depan, semua harus tingkatkan fungsi pengawasan. Ketua RT dan RW, kalau ada warganya yang sakit, harus segera melaporkan kepada Satgas Covid-19 atau Dinas Kesehatan, agar segera ditangani,” terangnya.

Langkah jemput bola yang akan diterapkan ini, lanjutnya, dirasa dapat menekan angka kematian pasien Covid-19. “Kita pakai strategi jemput bola untuk semua itu. Mau tidak mau, kita harus jemput bola. Ini dilakukan agar masyarakat tidak lagi merasa takut untuk datang memeriksa kesehatan di rumah sakit,” tuturnya.

Selama ini, terang Louhenapessy, masyarakat Kota Ambon menganggap pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit sebagai sesuatu tidak efektif. Untuk itu, pihaknya akan berupaya merubah anggapan warga tersebut.

Bahkan dia optimistis, dalam waktu dekat Ambon akan masuk keb zona orange (rendah). “Kita tetap optimis. Semoga pada pengumuman skoring zonasi Covid-19 bagi Kota Ambon nanti, kita sudah bisa berada pada zona orange,” tandasnya. (IAN)

Comment