by

Walikota Launching Desa Tangguh

Ambon, BKA- Walikota Ambon, Richard Louhenapessy, secara resmi melaunching negeri Soya menjadi Desa Tangguh. Tepatnya, di dusun Tabea Jou (Kopertis) Ambon, Kamis (3/9).

Ricard mengatakan, Desa Tangguh ini adalah bagian dari program Polri. Dimana dengan adanya program tersebut, bisa mengembangkan ekonomi.

“Polri memberikan perhatian yang sangat khusus kepada ekonomi masyarakat. Terkait dengan situasi ekonomi yang terakhir sekarang ini. Lewat program Desa tangguh, ” ujarnya.

Ungkap Ricard, untuk Kota Ambon sendiri, Polresta Pulau Ambon, dan Pulau-Pulau Lease menjalankan program tersebut dengan nama Desa Sagu. “Jadi arti dari Desa Sagu, adalah Sehat, Aman, Guyub dan Ubul, ” sebutnya.

Menurut Ricard, Target Polresta Desa tangguh akan dibuat hanya 13. Tetapi Kapolda Maluku dan dirinya menargetkan sebanyak 22 Desa Tangguh di Kota bertajuk Manise ini. “Sekarang kita sudah punya tiga, ” bebernya

Bahkan, tambah Ricard, dalam waktu tempo, ada penambahan dua Desa Tangguh yang nantinya akan di launching. Diantaranya negeri Nusaniwe dan Negeri Lehari.

“Intinya, Desa Tangguh ini, untuk memotivasi masyarakat, untuk bisa mandiri dari segi ketahan pangan. Karena kalau masyarakat punya aspek ketahan pangan itu aman, itu akan berpengaruh ke Kabtimas,” tuturnya

Ketua DPD II Golkar Kota Ambon ini mencotohkan, jika tidak ada ketahan pangan di masyarakat, pasti akan ada angka kriminal.

“Terkadang, kriminal-kriminal itu semua terjadi terkait situasi ekonomi, perut. Tapi kalau dengan ada Desa Tangguh, masyarakat bisa mandiri dan Tangguh untuk menghadapi aspek ekonomi,” pungkasnya

Sekedar tahu, usai melaunching desa Tangguh dimaksud, Walikota bersama tokoh-tokoh masyarakat, memantau langsung tanaman-tanaman. Baik, pohon kasbi, pepaya, sayur-sayuran dan lain-lain. (BKA-1).

Comment