by

Walikota : Pasar Buka Setengah Hari Saat PSBB

Ambon, BKA- Saat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di kota Ambon, maka pasar tradisional Mardika hanya akan dibuka sejak pukul 05.00 hingga 12.00 WIT, atau hanya setengah hari saja.

Hal tersebut akan dilaksanakan saat sudah ada izin dari Pemerintah Pusat terkait pemberlakuan PSBB yang akan diusulkan oleh Pemerintah Kota melalui Pemerintah Provinsi Maluku.

“Kalau misalnya untuk pembatasan skala besar itu, nanti kita akan atur sehingga itu mungkin dia beroperasi dari jam 5 pagi sampe jam 12 siang. Setelah itu kita tutup dan tidak ada aktivitas lagi selama masa berlakunya pembatasan itu,” terang Louhenapessy, kepada wartawan di Balai Kota, Minggu (10/5).

Walikota dua periode ini menilai, untuk pasar Mardika tidak benar akan ditutup seperti isu yang beredar di masyarakat saat ini. Pasalnya, setelah ada pedagang yang meninggal akibat posifit Covid-19, secara otomatis membuat masyarakat takut. Namun, tidak membuat pemerintah untuk mengambil kebijakam penutupan pasar karena hal tersebut.

“Harus amati betul karena kematian satu pedagang, pasar tidak ditutup itu tapi langsung sepi. Orang Ambon itu punya sifat, mereka mesti lihat dulu yang terjadi baru mulai mundur teratur. Jadi pasar buka setengah hari saat PSBB,” tegasnya.

Dikatakan, pemberlakuan setengah hari untuk pasar saat PSBB, dikarenakan dari fakta yang ada. Karena PSBB membuat tingkat penyebaran Covid 19 menjadi turun. Mengingat pasar menjadi lokasi yang paling banyak dikunjungi oleh masyarakat.

“Tetapi Kita memberlakukan itu karena fakta membuktikan bahwa dari pendekatan physical distancing maupun social distancing, maka tingkat penurunan penyebaran itu menurun,” ujar dia.

Untuk pemberlakuan PSBB, lanjut Louhenapessy, Pemerintah Kota juga mengusulkan untuk adanya pendekatan non medis yang diterapkan.

“Kemarin itu saya sudah sampaikan ke provinsi, panglima, kapolda, tentang kesiapan Kota Ambon. Lalu sudah ada masukan-masukan. Kemudian nanti hari Selasa (besok) kita akan rapat internal lagi untuk mempersiapkan langkah teknis, supaya pada waktu persetujuan turun tidak lagi kita kelabakan,” cetusnya.

Dan pihaknya akan menyebarkan surat edaran kepada seluruh rumah warga yang ada di Kota Ambon untuk mensosialisasikan rencana tersebut.

“Yang paling utama untuk itu, kita akan sosialisasi. Bagaimana untuk sosialisasinya selain dalam bentuk klasik yang dilaksanakan dalam spanduk, tapi kita akan beri surat edaran kepada seluruh rumah yang ada di Ambon. Untuk edukasi masyarakat bahwa kita akan PSBB supaya masyarakat sudah siap untuk itu,” tutup dia. (DHT)

Comment