by

WaliKota Tanggapi Kritikan Gubernur

Ambon, BKA- Disebut cengeng oleh Gubernur Maluku Murad Ismail dalam menangani COVID 19, Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy akhirnya buka suara.

Dalam keterangan persnya yang dilakukan di Balai Kota, kemarin, WaliKota Ambon, Richard Louhenapessy mengatakan, sangat berterimaksih kepada Gubernur Maluku.

Lantaran kritikan yang diberikan sifatnya membangun dari Gubernur untuk Pemerintah Kota Ambon.

Menurutnya, publiklah yang melihat dari sudut pandang yang berbeda. Dan jika dilihat dari sudut pandang yang positif, maka hasil yang akan dikeluarkan positif. Begitupun sebaliknya.

“Saya tetap sangat berterimakasih kepada Bapak Gubernur. Saya yakin bukan maksudnya begitu. Cuman saja jika saudara kalau lihat secara positif maka hasilnya akan positif. Cuman yang saudara lihat ini negatif, jadi hasilnya juga negatif,” ungkap Louhenapessy.

Dia menjelaskan jika penyampaian yang diberikan oleh Gubernur Maluku itu sebenarnya tidak bermaksud demikian, melainkan salah interpretasi dari media yang melakukan peliputan pada saat itu.

“Menurut saya bapak Gubernur tidak bermaksud begitu. Cuman mungkin salah interpretasi media” terangnya.

Bukan hanya Gubernur Maluku, Walikota juga menjawab pernyataan Ketua Sinode GPM yang menilai Pemkot Ambon lemah dalam menangani COVID 19.

Menurutnya apa yang disampaikan Ketua Sinode GPM Pdt. Dr. Ates Werinussa hanya karena tidak mengetahui kondisi pasti di lapangan.

Dengan begitu, Ketua Sinode diharapkan dapat mengikuti setiap perkembangan baik teknis maupun non-teknis yang dilakukan Pemerintah Kota Ambon, melalui tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Ambon.

Agar dapat mengetahui, bagaimana beratnya pihak Pemerintah Kota Ambon dalam menghadapi pandemi ini.

“Ketua Sinode itu saya mau bilang begini, saya sudah berdoa Tuhan ampunilah beliau karena beliau nggak ngerti apa yang beliau ngomong. Kalau beliau ikut penjelasan seperti ini, baru beliau lihat bagaimana beratnya para petugas kesehatan menghadapi hal ini,” terangnya.

Walikota dua periode ini menjelaskan, masalah pandemi Cocid-19 bukan saja masalah menaikan dan menurunkan angka positif Corona di Kota Ambon. Melainkan semakin banyak kasus positif yang terungkap, maka akan semakin baik untuk Kota Ambon sendiri.

“Ini bukan soal kasih naik atau kasih turun angka positif. Semakin baik angka yang kita dapat, maka akan semakin baik untuk warga Kota Ambon sendiri,” tegasnya.

Sekedar tahu, Gubernur Maluku, Murad Ismail sebelumnya kesal dengan berbagai kritikan yang disampaikan masyarakat terhadap kinerja Gugus Tugas Provinsi Maluku. Menurutnya, yang harus dikritik itu Bupati dan Walikota.

“Kalian ada apa-apa jangan langsung serang kita punya Gugus Tugas bos. Gugus tugas kita adalah payung. Yang tangani di depan itu, walikota bupati. Tetapi jangan terlalu cengeng juga tu walikota. Semua-semua harus kita. Urus masyarakat juga kita, kita diserang. Serang itu walikota,” tegas Murad kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Senin (15/6).

Sebelumnya, Ketua Sinode GPM, Pdt Dr. Ates Werinussa juga melayangkan kritikan keras kepada Walikota Ambon, tentang penanganan covid di Ambon yang jumlah orang yang terpapar terus meningkat.

Menurutnya semua tokoh agama sudah mengendalikan umat, sehingga rumah ibadah tidak lagi menjadi titik penyebaran. Sementara di arena publik, belum bisa dikendalikan oleh pemerintah.

“Walikota tak punya konsep yang jelas untuk mengendalikan lajunya Covid-19. Bukan tukar menukar regulasi. Masyarakat butuh panduan,” papar Ketua Sinode, Sabtu (13/6). (DHT)

Comment