by

Warga Ahuru Dianiaya Sampai Tewas

Ambon, BKA- Nasib naas menimpa Amos Batuwael (39). Dia tewas dianiya massa di hutan Gonzalo, Kopertis, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (8/7) lalu, sekitar pukul 11.30 WIT.

Amos diduga dianiaya oleh MN, FRS, RL, JS dan RWS hingga tewas, lantaran menduga korban hendak mencuri ayam milik warga Kopertis lainnya.

Sehari pasca kejadian itu, Kamis, 9 Juli 2020, para pelaku langsung diciduk aparat Polsek Sirimau. Namun satu pelaku diantaranya, JS masih dalam pengejaran Polisi.

Kapolsek Sirimau, Iptu Egedio Sumilat, mengungkapkan, kasus penganiayaan yang mengakibatkan warga Ahuru itu tewas, bermula pada Rabu, 8 Juli. Pagi itu, para pelaku melihat korban sedang memasang jeratan untuk ayam.

Melihat korban yang diduga hendak mencuri ayam, pelaku JS, langsung memukul korban disusul empat pelaku lainnya. Selain memakai kepalan tangan, para pelaku juga mengunakan benda tumpul sebagai alat untuk menganiaya Amos Batuwael. Setelah itu mereka langsung kabur.

“Jadi korban ini diduga mau mencuri ayam. Karena pada bulan Mei 2020, JS pernah melihat korban ini pegang ayam dan melepaskannya kembali,” tutur Kapolsek.

Perwira dengan dua balok emas di pundak itu mengungkapkan, Jenazah korban ditemukan seorang warga Kopertis pada Rabu siang. Kemudian mereka membawa jasad korban ke Rumah Sakit Bhayangkara.

Kasus ini kemudian dilaporkan istri korban, pada Kamis, 9 Juli. “Kami terima laporan itu, anggota kemudian cek jenazah di rumah sakit, ternyata ciri-cirinya sama dengan yang disampaikan istri,” jelas Kapolsek.

Memastikan korban adalah Amos Batuwael, Polisi langsung melalukan penyelidikan saat itu juga. Dari keterangan saksi, yang melihat penganiayaan itu, menjurus kepada lima pelaku.

“Para pelaku ditangkap di rumah masing-masing tanpa melakukan perlawanan. Untuk JS, sementara kami lakukan penyelidikan,” katanya.

Setelah ditangani pihaknya melalui serangkaian penyelidilan, terbukti mereka melakukan penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia, mereka akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

“Para pelaku disangkakan dengan Pasal 170 ayat (3) Jo Pasal 351 ayat (3) dengan ancaman hukuman penjara 12 tahun,” pungkas Kapolsek.(SAD).

Comment