by

Warga Batumerah Sepakat Berdamai

Ambon, BKA- Sejumlah insiden perkelahian yang kerap kali terjadi antara Pemuda Negeri Batumerah dengan Pemuda Batumerah Dalam (Asrama Militer) banyak menimbulkan keresahan di masyarakat. Seperti yang terjadi baru-baru ini.

Beruntung, persoalan ini telah ditangani cepat oleh pihak kepolisian setempat, dengan mengamankan tiga pemuda Batumerah yang diduga sebagai pelaku pemukulan. Dan setelah dilakukan penanganan oleh pihak Kepolisian dan Pemerintah Negeri Batumerah, kedua belah pihak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut secara kekeluargaan.

Sekretaris Negeri Batumerah, M. Arlis Lisaholet, saat dikonfimasi koran ini mengaku, tidak ada lagi masalah atara pelaku maupun korban. Dan belah pihak telah berdamai di depan kepolisian.

“Ya, sudah tidak lagi ada masalah. Ibu korban sendiri yang menyampaikan itikad baik ini untuk tidak memperpanjang masalah ini. Karena baik pelaku maupun korban masih anak-anak. Mereka punya masa depan yang panjang,” terang Lisaholet, kepada koran ini, Selasa (22/02).

Ia menambahkan, keinginan kedua belah pihak untuk menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan, dilakukan tanpa ada paksaan dari pihak manapun “Jadi ini murni dari mereka, dan tidak ada desakan dari manapun. Dan ini disampaikan secara langsung di depan kepolisian,” sebutnya.

Hanya saja, lanjut dia, segala biaya pengobatan harus ditanggung oleh pihak pelaku. “ itu juga sudah dibicarakan dan disepakati oleh kedua belah pihak, semua biaya rumah sakit ditanggung sepenuhnya oleh orang tua pelaku,” pungkasnya.

Menurutnya, dalam penyelesaian masalah perkelahian tersebut, Pemerintah Negeri Batumerah telah melaksanakan pertemuan dengan pemuka masyarakat dari kedua belah pihak.

“Hari ini (kemarin), pemerintah negeri telah menginisiasi pertemuan antara pemuka masyarakat Batumerah dan asrama (Batumerah Dalam). Tujuannya untuk menyelesaikan masalah ini dan tentu membangun komitmen bersama. Agar kedepan tidak lagi terulanng kejadian seperti ini,” harapnya.

Apabila kedepan terjadi perkelahian, tambah Lisaholet, maka tidak ada lagi toleransi. ” Kita sudah sepakat bahwa siapapun yang melakukan perkelahian resiko ditanggung sendiri. Sehingga ada efek jera dan pelajaran bagi kita semua,” tutupnya.
(BKA-1)

Comment