by

Warga Diminta Santun Bermedsos

Politik SBT Mulai Memanas
Ambon, BKA- Setelah KPU menetapkan Bulan Desember sebagai waktu pelaksanaan Pilkada 2020, suhu politik di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) kembali memanas.

Memang kondisi itu tidak terlihat secara langsung. Namun saling serang di media sosial antara para pendukung kepala daerah, tak terhindarkan.

Kondisi itu mengundang keprihatinan Anggota DPRD Maluku asal daerah pemilihan Kabupaten SBT, Alimudin Kolatlena. Dia meminta warga kabupaten bertajuk Ita Wotu Nusa itu agar santun dalam ber-media sosial.

Dia mengungkapkan, sejak proses pentahapan Pilkada dimulai kembali, dampaknya sudah mulai terlihat ditengah-tengah masyarakat. Masing -masing telah mengangkat atau menampilkan pilihan Bupati dan Wakil Bupati yang didukungnya ke publik.

Semua itu tidak mereka lakukan secara terang-terangan di akun media sosial yang dimiliki, seperti, Facebook. “Itu tergambar betul dari postingan-postingan dan komentar lewat medsos. Mereka saling menjagokan pilihannya,” ungkap Kolatlena, di Gedung Baileo Karang Panjang, Selasa (30/6).

Saling serang di medsos itu tentu saja sangat disayangkan, karena dapat menimbulkan “gesekan” antar sesama warga. Sehingga dia mengarahkan, warga agar lebih mengendepankan postingan yang dapat memberikan pembelajaran politik yang positif kepada masyarakat, dengan bahasa yang santun.

Memang, akuinya, Kabupaten SBT merupakan salah satu daerah di Maluku yang memiliki konstelasi politik yang begitu menarik, dalam setiap momentum Pilkada. Sehingga selalu mendapat perhatian publik.

Namun semua dinamika politik, prosesnya harus lebih produktif. “Kalau kita lihat sekarang ini di SBT, sudah mulai menajam. Saling menyerang, menghujat di medsos. Ini sudah mulai kencang sekali. Tapi yang diharapkan dari semua itu, dapat diarahkan ke hal-hal yang sifatnya lebih produktif, seperti, soal track record kandidat. Dan yang paling terpinting, apa visi-misi dari para kandidat ini yang harus diangkat di publik,” ingatnya.

Kalau memang, katanya, ada yang mendukung pasangan bakal calon tertentu, maka yang mesti ditonjolkan ada track record, rekam jejaknya, kemudian program-program yang direncanakan dan visi misi. Itu yang harus dipublis di medsos. “Jangan malah saling serang dengan isu-isu menyesatkan dan membingunkan masyarakat,” pungkasnya.(RHM)

Comment