by

Warga Dosinamalau Bentrok Lantaran Hak Ulayat

Ambon, BKA- Bentrok antar warga Kelurahan Galau Dubu, Kecamatan Pulau-Pulau Aru, Kabupaten Kepulauan Aru, tak terhindarkan. Dua kelompok masyarakat saling serang menggunakan batu di kawasan Dok, Selasa (8/9), sekiar pukul 16.00 WIT.

Bentrok antar warga itu sebenarnya hanya melibatkan satu komunitas masyarakat saja. Yakni masyarakat Desa Dosinamalau di Kecamatan Aru Tengah Timur, yang saat ini berdomisili di Kelurahan Galau Dubu.

Masalahnya dipicu oleh perebutan hak ulayat antar warga Desa Dosinamalau. Masalah yang terjadi di desa itu akhirnya merembet keluar, dan pecah bentrok di Kelurahan Galau Dubu.

Akibatnya, bentrok yang tepatnya terjadi di kawasan Dok itu, tidak hanya melibatkan antar warga Desa Dosinamalau saja. Tapi juga melibatkan masyarakat lain yang bermukim di kawasan Dok, Keluarahan Galau Dubu.

Dari sejumlah informasi yang diperoleh BeritaKota Ambon di lokasi bentrokan, berawal dari adanya sekelompok pemuda Desa Dosinamalau yang mendatangi kelompok pemuda Desa Dosinamalau lainnya di kawasan Dok, dan langsung melakukan penyerangan menggunakan batu.

Tidak terima dengan bentrokan dua kelompok pemuda se-desa itu, warga Dok kemudian ikut terlibat dalam bentrokan itu. Karena fasilitas umum, seperti, gapura yang dibangun dengan susah payah dibangun masyarakat ikut rusak.

Salah satu warga Dok, Edy Gaite, kepada awak media, mengaku, warga sangat menyayangkan peristiwa itu. Karena akibat bentrokan itu, warga lain kena imbas.

“Kita kerja siang malam selama hampir dua tahun untuk selesaikan gapura ini, dan ini sumbangsi kami sendiri. Jadi kalau ada yang merusak gapura ini, maka kami tidak akan diam,” ungkapnya.

Untuk itu, dia meminta pihak kepolisian agar mengusut dalang dari bentrokan tersebut, untuk diproses secara hukum. Karena telah meresahkan masyarakat.

“Saya minta kepada Polisi, agar siapapun dalang pemicu bentrok itu, harus diproses hukum, sekaligus mengganti kerugian material yang terjadi,” pintanya.

Sementara itu, Kapolres Kepulauan Aru, AKBP Eko Budiarto, saat di konfirmasi di lokasi kejadian, mengatakan, telah mengerahkan anggotanya untuk mengumpulkan data.

Lanjutnya, apabila diketahui ada oknum-oknun yang mengotaki kejadian ini, maka secepatnya akan dilakukan proses hukum. “Kita akan dalami dulu kronologis masalahnya. Siapa dalang dibalik bentrokan ini. Ya kalau ketemu, maka jelas proses hukum harus ditegakkan,” kata orang nomor satu di Polres Kepulauan Aru itu.

Beruntung dalam bentrokan itu, tidak terdapat korban jiwa atau pun korban luka. Namun sejumlah pemuda yang diduga sebagai pemicu bentrokan sudah diamankan ke Mapolres Kepulauan Aru.

“Untuk menghindari adanya bentrokan susulan, maka sejumlah aparat gabungan TNI dan Polri masih berjaga di TKP,” pungkasnya. (WAL)

Comment